“Dad,” Relisha menarik napas lega saat Poppy sampai di dalam kamarnya. Poppy menatap ayahnya kemudian Relisha. “Relisha lebih baik kamu segera mandi.” Kata Ken lalu meninggalkan kamar putrinya. Relisha tersenyum menang. Entahlah mungkin Ken hanya bercanda tapi itu terdengar agak menyeramkan menyuruh Relisha mandi di dalam kamar mandinya. Bagaimana kalau Ken melakukan tindakan kriminal dengan mengintipnya atau menyuruhnya membuka baju di depan Ken. Relisha mengenyahkan pikiran kotornya. Tapi yang paling disukainya adalah adegan semalam saat dia berada di atas pangkuan Ken. Beberapa saat kemudian mereka sarapan di meja makan. Relisha sibuk mengisi cangkir Poppy dan Ken dengan teh hangat. Lalu dia duduk dan makan dengan mata fokus pada layar ponselnya.

