Apa sebenarnya yang berlaku?

804 Kata
Nara terjaga dari tidurnya. Alangkah terkejutnya nara bahawa dia tidak lagi berada di tempat yang gelap dan kotor itu. Kini Nara berada di kamar yang serba putih.. Nara baru menyedari kini dia berada di rumah sakit. Nara mencoba mengingati apa yang berlaku kepadanya sebentar tadi. "Di mana kah aku ?? Adakah itu cuma mimpi??" Nara yang masih lemah sedaya upaya melihat lengannya yang di pukul oleh lelaki bertopeng.. Akan tetapi kedua lengannya di balut dengan kain perban. " Apa benar yang terjadi kepada ku?? Siapa kah yang menyelamatkan ku..?" Ketika Nara masih berfikir- fikir apa yang terjadi kepadanya. Seluruh tubuhnya merasa sakit teramat sangat. Dan tiba- tiba seseorang telah mengetuk pintu kamarnya. "Maafkan saya bu Nara.. Saya Doktor Jason yang bertugas untuk merawat ibu.." " Kau???!!! Kau adalah pria yang coba membunuh ku... !! Kau telah menculik ku bukan... !! Nara yang masih lemah tiba-tiba mempunyai kekuatan ketika melihat Doktor Jason berada di hadapannya. Nara berasa kejadian dia di culik adalah kejadian yang nyata dan itu bukannya mimpi. "Ibu .. bertenang bu.. Memang kita baru berjumpa semasa saya berdiskusi tentang Pak Marfin.. Saya tidak menculik atau mahu membunuh ibu.." " Kau jangan berpura- pura.. aku tahu kau yang merancang semua ini.. Apa niat mu hah pria sialan.. Kalau benar kita sebelum ini berdiskusi.. Kenapa aku berada di sini??!! " Nara sudah hampir hilang kawalan warasnya. Dia tahu bahawa diri nya masih sangat waras dan kejadian yang menimpanya itu benar- benar nyata. Nara mencoba untuk melarikan diri tanpa memikirkan alat- alat perubatan masih berada bersamanya. Kesakitan yang di alami Nara ketika ini sudah tidak di endahkan nya lagi. Tiga orang perawat telah datang untuk menenangkan Nara. Mikael yang baru sahaja tiba untuk melawat kamar ibunya terkejut mendengar ibu nya berteriak. Mikael terus sahaja berlari ke kamar ibunya untuk melihat apa yang terjadi. "Ma... Mama kenapa ma????" Mikael terus mendapatkan ibunya tanpa memperdulikan perawat yang menyuruhnya keluar. " Pak.. sila tunggu di luar.. kami ingin menenangkan ibu Nara sebentar". " Mika... Tolong mama Mika.. ?? Mereka mencoba membunuh mama Mika.. " " Dok... !! Lepaskan mama saya.. Kalau ada yang berani mendekat... Akan saya tembak satu persatu.." !! Doktor dan perawat yang mencoba menenangkan Nara segera melepaskan tangan mereka dari memegang Nara. Mereka meletakkan tangan mereka ke atas. " kami tidak ingin mengapa- apakan bu Nara Pak.. Kami hanya ingin menenangkannya." Kata salah seorang perawat dengan takut. " Mereka berbohong Mika.. Ini doktor yang telah menculik mama.. " Nara telah melihat kepada Doktor Jason yang berada di sana.. " Saya tidak pernah menculik Ibu.. Ibu kan tadi tidak sadarkan diri ketika di ruangan saya... Terus ibu...." " Bohonggg!!! Kalau saya hanya tidak sadarkan diri.. Kenapa tangan saya berperban begini??? rakan kamu yang bertopeng telah memukul saya bukan sehingga pengsan.." Nara ingin membuktikan bahawa kedua tangan nya telah di pukul oleh pria bertopeng. " Dok.. Sekarang saya ingin doktor tolong buka kan perban yang berada di kedua tangan mama saya". "Tapi pak.. ." "Ngak ada tapi nya dok.. Kalau benar doktor ngak bersalah.. Buka perban itu sekarang.. Tidak perlu alasan!" Mikael mengugut doktor itu dengan mengacukan pistolnya kepada doktor Jason sekali lagi. Doktor itu terpaksa mengikuti kehendak Mikael. Perlahan - lahan perban yang ada di tangan Nara di buka. Alangkah terkejutnya Nara ... bukan luka pukulan yang berada di tangan nya.. Tetapi luka seperti terkena asid sehingga kelihatan isi dagingnya. "" Arggggghh.... Tidak.. Kenapa boleh jadi begini.. Apa yang berlaku.. ?? Apa yang kau lakukan kepadaku doktor gila hahh?????!" Nara berteriak histeria. Nara yang menjaga penampilannya selama ini sangat terkejut melihat kulitnya yang telah rosak dan menampakkan daging dan bercampur darah yang masih belum kering. Nara tidak percaya apa yang terjadi kepadanya. " Apa yang berlaku kepada mama saya Dok.. kenapa kulitnya boleh menjadi seperti itu.. Apa yang doktor lakukan kepada mama saya??" Mikael juga terkejut melihat apa yang terjadi terhadap ibunya. " Begini pak.. Sewaktu saya memanggil Ibu Nara ke ruangan saya. Ibu Nara telah menggaru- garu tangan nya kerna gatal-gatal. Saya menyangka ibu nara hanya alergik biasa. Apabila Bu Nara semakin menggarunya, perubahan kulit berlaku sehingga bu Nara pengsan tidak sadarkan diri. "Bohongggg!! Kamu bohonggg... aku sama sekali tidak pernah alergikk!! Mika... percaya pada mama sayang... Doktor ini orang jahat. " Mikael sendiri tidak tahu siapa yang harus dia percayai. " Dok.. saya minta anda dan perawat anda keluar dari kamar ini.." Doktor dan perawat terpaksa akur dengan kehendak Mikael Ma.. aku akan pindahkan Mama di rumah sakit lain aja.. gimana??" "Iya.. iya.. mama juga tidak mahu berada di sini.. " " Ya udah.. sekarang mama isterehat sahaja dulu.. " " Ngak Mika.. Kamu jangan tinggalkan Mama.. nanti mereka akan membunuh mama.." " Tidak ma.. aku tetap berada di sisi mama." Nara secara perlahan- lahan tertidur. Sebentar tadi seorang perawat telah menyuntik obat tidur kepada Nara tanpa Nara sedari. Obat itu perlahan-lahan mennidurkan Nara .
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN