Intan tercengang saat melihat Zein sedang asik makan bersama ibunya. "Mau ke mana, Tan? Kamu kan belum sarapan. Sini sarapan dulu! Nak Zein aja baru sarapan lho, ini," ucap ibu Intan. Sementara itu Zein pura-pura sibuk makan dan tak menghiraukan Intan. Akhirnya Intan pun menghampiri mereka dan duduk di hadapan Zein. "Pantas saja kamu suka sakit. Ternyata kamu sering melewatkan sarapan?" gumam Zein. Ia begitu menikmati makanan yang dimasak oleh Intan dan ibunya. Namun sebagian besar makanan itu diolah oleh Intan. Intan tidak menjawab ucapan Zein, ia langsung melahap makanan miliknya karena tidak mungkin berdebat dengan profesornya itu. "Masakan Ibu enak sekali," puji Zein. "Ini Intan yang masak," sahut Fatma, santai. Deg! Zein hampir saja tersedak. Ia tak menyangka wanita yang sela

