“Selamat siang, pemalas! Matahari sudah tinggi!” Willy berbicara dengan kerasnya. Aster terbangun, pada pipinya terpahat goresan bekas buku yang menjadi alas tidurnya semalam. Dia bangun dengan malas, meski matahari memang sudah meninggi. Wajahnya terlihat sangat pucat, bahkan dia masih bisa mengingat dengan jelas mimpi menyeramkan yang semalaman membuat tidurnya terasa tidak nyenyak. Rasa sakit terasa menyengat otaknya dari dalam. “Ini, pakailah dan cepat mandi, karena kau sangat bau!” Willy melemparkan setumpuk pakaian bersih ke atas meja. Aster masih terkantuk dan setengah sadar. Rasanya tidur semalam dengan tidak tidur sama sekali tidak ada bedanya. Badannya masih terasa lelah. Dia memaksakan diri untuk bangkit, melangkah gontai mencari kamar mandi yang terlet

