BAB 22 | Cemburu Buta

1258 Kata

Defin mendatangi kantor notaris. Dia tidak datang dengan tangan kosong, melainkan membawa makan siang untuk Mbak Kania dan Tama, berupa nasi kotak dan beberapa kotak berisi lauk-pauk tambahan. Bukan tanpa alasan, dia berkata ingin membawaku pergi hingga mungkin tidak akan kembali setelah jam makan siang. Padahal aku mempunyai cukup banyak kerjaan hari ini. "Oh iya gak apa-apa. Lagipula Bella udah gak ada kerjaan juga," ujar Mbak Kania setelah menerima makanan yang k****a dari kantung plastiknya berasal dari restoran kenamaan. Dan berhasil. Cara itu benar-benar ampuh, membuatku berpikir bahwa Defin sebenarnya sedikit licik atau mungkin cerdas. Ya ... bisa dibilang makanan memang salah satu cara terampuh mengambil hati seseorang. "Terima kasih, aku dan Bella pergi dulu," ujarnya menarik t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN