Aku menyadari perbuatan yang kulakukan. Membalas ciuman Defin sebagai jawaban atas pertanyaannya. Sejujurnya aku tidak begitu yakin apakah bisa benar-benar menerima dan bersamanya. Tetapi dalam diriku juga tidak kuasa menolaknya. Aku tahu ini ambigu, tetapi inilah perasaanku. Hari ini aku kembali masuk kantor. Mbak Kania mengajakku ke sebuah bank untuk sebuah kerjasama. Aku hanya menunggu di luar sembari Mbak Kania masuk ke sebuah ruangan khusus. Namun mataku menjadi berat, merasakan pendingin ruangan bank yang dingin ditambah dengan kunjungan nasabah yang tampak sepi. Setelah dari bank, Mbak Kania mengajakku ke sebuah perusahaan. Katanya ingin bertemu dengan teman. Aku menyetujui saja ajakannya, mengingat kalau kembalu ke kantor maka hanya akan mendapatkan Tama yang lebih sibuk menonton

