BAB 16 | Turbulensi Hati

1072 Kata

Acara lamaran Mbak Tiara dan Erik berjalan dengan lancar. Aku sedikit bernapas lega setelah Erik dan keluarganya datang secara resmi untuk melamar Mbak Tiara. Awalnya aku cukup gelisah dan gugup setelah pertemuan terakhirku dengan Erik di hotel beberapa hari yang lalu. Pertemuan yang tidak berakhir dengan baik. Aku takut, dia akan datang ke rumah dan menceritakan semuanya, baik tentang hubunganku dengannya atau kejadian yang bisa disebut cinta satu malam dengan seorang pria. Namun apa yang kutakutkan tidak terbukti. Kupikir ada baiknya juga aku dan Erik sedang tidak saling bicara. Akan sangat merepotkan apabila lelaki itu selalu bertanya dengan siapa aku pernah bercinta. "Aku jarang melihatmu tadi," ujar Mbak Tiara begitu aku membantunya berganti pakaian. Acara telah selesai digelar. K

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN