Terkadang perjalanan hidup tidak tertebak. Begitupula segala emosi dan perasaan yang tercurah di dalamnya. Namun entah mengapa saat ini aku hanya merasakan ketenangan sekaligus kedamaian. Ya ... untuk beberapa saat. Jiwa seolah kembali menyatu dalam raga yang sejenak hilang dalam dimensi. Aku bisa merasakan seluruh indra tubuhku kembali aktif. Namun aku masih belum membuka mata, hanya suara bising yang terus menyerukan namaku. "Bella sudah sadar!" "Panggil dokternya!" Kilas balik kejadian yang terakhir kali kuingat membawaku pada adegan di mana aku dan Zana terlibat konfrontasi pada tangga darurat. Ketika ingatan di mana aku terjatuh mulai muncul, tubuhku terasa tersentak dan mataku terbuka tanpa sadar. Kini aku bisa melihat langit-langit sebuah ruangan yang kemudian berganti menjadi

