Aku dan Mbak Kania dalam perjalanan menuju bandara, kami akan terbang ke Palembang untuk acara pernikahan Mbak Tiara. Tidak hanya berdua, Defin memutuskan mengantar kami. Lelaki itu datang pagi-pagi ke kediamanku sebelum selanjutnya pergi ke rumah Mbak Kania. Aku sesekali harus memaling wajah, merasa malu ketika Mbak Kania bertanya sesuatu hal tentangku kepada Defin. Apalagi jika Defin mulai memberi jawaban penuh metafora, membuat Mbak Kania akan berseru girang. Merasa bahwa itu terdengar romantis. "Aku masuk duluan ya Bell," ujar Mbak Kania melempar senyum menggoda kepadaku dan Defin. Aku mengangguk pelan membalas. Setelah Mbak Kania mulai pergi dengan sebuah tiket di tangannya sambil menarik koper, Defin melangkah mendekat ke arahku. "Kapan kau akan pulang?" tanya Defin menatapku int

