Sesuai rencana kemarin, hari ini aku akan berangkat ke Singapura bersama Defin. Ternyata tidak rugi juga tahun lalu aku menemani Marsia ke Malaysia untuk menghadiri acara pernikahan saudaranya di sana, sehingga aku telah mempunyai paspor. Meskipun Defin berkata bahwa perjalanan ini hanya berlangsung satu hari, tetapi aku tetap membawa koper dan beberapa setelan pakaian. Bisa saja rencana berubah, namun aku tidak juga berkeinginan menginap di sana. Satu-satunya hal yang membuatku tidak nyaman adalah ketika meminta izin kepada Mbak Kania beberapa menit yang lalu. Yah ... sekarang jam masih menunjukkan pukul lima pagi. Defin berkata bahwa akan menjemputku pukul enam nanti, karena pesawat dijadwalkan akan berangkat pukul tujuh. Setelah mengisi koper, aku langsung menariknya hingga ke depan

