Aku mengamati diriku dari cermin. Memastikan tidak akan mempermalukan Defin dalam acara nanti. Aku merasa bahwa ajakan Defin bukan sesuatu yang berlebihan. Bagaimana pun kami adalah rekan kerja bukan? Aku memakai gaun panjang berwarna merah. Alih-alih terbelah di bagian depan, bagian punggungku lah terekspos sedikit. Setelah memastikan riasan wajahku sudah sesuai, aku tinggal menambahkan lipstik berwarna merah sebagai pelengkap. Defin menjemputku, tetapi kali ini dia membawa sopir. Aku memerah negitu matanya menatapku lekat setelah keluar dari rumah. "Kau terlihat luar biasa," pujinya tanpa segan. Aku tersenyum membalas. Harus kuakui bahwa Defin sangat tampan hari ini. Tuxedo hitam yang dipakainya sangatlah pas dengan postur tubuh tegapnya. Perjalanan tidak memakan waktu lama untuk t

