BAB 18 | Ajakan

1270 Kata

Aku kembali masuk kerja di kantor notaris Mbak Kania. Aku juga memberi ole-ole untuk Mbak Kania dan Tama. Sebenarnya bisa dikatakan bahwa ole-ole tersebut bukan asli aku yang beli, karena juga hanya pemberian dari keluargaku di Palembang. "Kapan acaranya Bell?" tanya Mbak Kania. Aku duduk di hadapannya. Kini berada dalam ruang kerjanya  "Bulan depan." "Aku harap jadwalku akan kosong sehingga bisa hadir dalam acara Tiara," ujar Mbak Kania. Aku tersenyum. "Lalu kantor akan tutup atau dititipkan kepada Tama?" Mbak Kania terkekeh. "Lebih baik aku menutupnya daripada menitipkannya pada Tama. Dia hanya akan menonton anime seharian, mengabaikan klien." "Oh ya, hari ini kau akan menemani Defin?" tanya Mbak Kania mengalihkan topik pembicaraan. Aku sempat melupakan bahwa memiliki janji dengan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN