Sepanjang perjalanan pulang aku tidak bisa memejamkan mataku. Aku melirik ponsel yang kupegang, telah kumatikan sebelum naik ke pesawat. Aku yakin baik Erik dan Mbak Tiara akan mencoba menghubungiku. Ketika pesawat sudah sampai di Jakarta, ternyata sudah hampir subuh. Udara dingin langsung menyeruak begitu aku keluar dari bandara, tanpa membawa apapun kecuali tas tangan. Aku pulang bukan karena pikiran yang tiba-tiba muncul. Tanpa membawa koper sebelumnya, sudah membuatku banyak berpikir tentang hal ini. Sesampainya aku di rumah barulah ponsel kunyalakan dan benar saja, pesan telah menumpuk pada kotak masuk. Tiara : Bella, kau pulang? Tiara : Ada apa? Kau tidak bilang apapun? Tiara : Hubungi aku jika sudah sampai. Aku menarik napas dalam, kemudian mulai mengetikkan balasannya. Bella

