"Kau akan bertemu dengan Mbak Tiara?" tanya Mbak Kania begitu aku akan pulang. Aku berbalik. "Ya, dia sudah tiba di Jakarta. Acaranya kan tiga hari lagi." Mbak Kania menganggukkan kepalanya. "Baiklah, sampaikan salamku padanya." "Oke Mbak," balasku kemudian benar-benar keluar dari kantor notaris. Hari sudah sore ketika aku mulai berada di dalam taksi menuju apartemen Erik, di mana Mbak Tiara mengatakan bahwa aku bisa menemuinya di sana. Aku menarik napas dalam begitu memencet tombol elevator. Sebelumnya aku telah mengabari Defin bahwa akan ke gedung apartemennya, lebih tepatnya ke tetangga apartemennya. Tetapi dia berkata sedang berada di luar. Pintu elevator terbuka, membuatku berjalan cepat menelusuri lorong menuju apartemen Erik. Begitu berada di depannya, aku langsung menekan bel

