Dave mengantar Jennie menuju cafenya. "Jennie, ntar malam mau dinner? " ucap dave
jennie sedikit bingung, apa yang membuat dave dalam sehari menjadi sangat ramah dengannya.
"aku kerja sampek jam 9 malam, bukankah itu telalu malam untuk dinner? " jennie ingin bertemu lagi dengan dage namun dia juga bingung karena harus bekerja.
"tidak maslah" ucap dave
"baiklah. makasih ya untuk sarapan paginya" jennie turun dari mobil dengan wajah berseri.
Dari dalam cafe terliat teman jennie yang sudah sangat antusias melihat jennie keluar dari mobil dave. jennie pasti akan di hadapkan dengan pertanyaan yang luar biasa banyaknya.
"ciyee ciyeee" temannya mencoba menggoda
"napa sii? " tanyak jennie
"bukannya itu pak dave ya? kok bisa bareng.. ehmmm ada apa nie yeee" kawannya smkin menggoda
"oh tdi gue di ajak sarapan bareng ketemu di depan cafe". jawab jennie jujur
"sejak kapan akrabnya lu ama dave"tanyanya lagi
"mungkin karna kejadian jas itu kali ya" jennie berfikir.
"ahh gua iri" jawab kawannya
saat jennie mau kerja suara hp nya berdering "Selamat kerja jennie, nantik jam 9 aku jemput. by dave" jennie membacanya dalam hati sambil tersenyum.
jujur jennie mulai merasa sangat nyaman dengan dave, apalagi dengan semua perilaku dave hari ini.
Jennie sangat sibuk bekerja hari ini, cafe lebih ramai dari biasanya bahkan bisa dibilang sangat ramai sampai sampai jennie lupa sudah lewat 10 menit dari jam 9.
jennie duduk sambil menghela nafas dan melihat hp nya.
5 pesan belum dibacanya dan setelah membacanya dia sadar kalo udah lupa sesuatu.
jennie berlari keluar dari cafe dan diliat dave sudah menunggu didepan pintu mobilnya.
"ayok tuan putri" sapa dave sambil tersenyum
jennie dengan nafas sdkit ngos ngosan langsung meminta maaf.
"maaf dave, cafe terlalu rame sampek aku lupa udah ada janji, kamu pasti nunggu lama ya? pasti udah lapar banget kan? " keluar kebawelan jennie.
"udah masuk mobil dulu.. pegel nie megangin pintu" dave sambil tersenyum.
didalam mobil jennie cuma duduk, dan dave mencoba masangin sabuk pengaman. jennie merasa terlalu dekat wajahnya dengan dave, dan membuat jantunganya berdebar sangat cepat bahkan wajahnya sedikit memerah saat maata mereka bertemu.
"keliatannya kamu capek banget" dave mengucap sambil kembali ke kursinya.
"iya, sangat ramai" jennie menjawab sambil salah tingkah.
Jennie yang merasa sangat lapar mencoba makan brownis yang dibelinya tadi pagi, karena sama sekali belum dimakannya.
"dave mau makan brownis ga? ya buat ngeganjel perut" jennie menawarkan dave.
"boleh tapi aku lagi nyetir" dave fokus ke jalan.
jennie inisiatif menyuapi dave dan kembali jantung jennie berdebar sangat kencang saat dave makan suapan jennie. "ahh apa yang terjadi dengan jantungkh hari ini" jennie bertanya dalam hati.
akhirnya mereka sampai di restoran pinggir pantai yang bisa dibilang sangat nyaman suasananya.
"mau makan ikan bakar ga? " tanya dave
"aku rasa itu cocok dengan pantai" sambil tertawa.
setelah memesan, mereka berbincang sambil menunggu makanan tiba.
"Jennie, kamu tinggal dengan mamamu? " tanya dave
"iyaa.. kenpa? " jennie kembali bertanya
"cuma berdua? "
"iya aku anak tunggal, mama dan papa pisah saat aku masih kecil, bagiku mamaku satu satunya yang aku punya" jennie bercerita kepada dave.
"Jennie bolehkah aku... " dave berhenti berkata
"kenapa?" tanya jennie.
dave menyibak rambut jennie yang diterbangkan angin sambil menatap jennie, mata mereka bertemu begitu juga dengan hati mereka yang mulai merasa nyaman satu sama lain.
"aku rasa anginnya terlalu kencang" ucap dave
"tapi ini menyejukkan, aku suka tempat ini dave". jennie benar merasa nyaman.
"kalo begitu aku akan sering mengajakmu kesini" dave sambil tersenyum.
"benarkah? bagaimana kalo ini jd tempat favorit kita? " tanya jennie.
"tidak buruk" dave sambil tersenyum
Mereka makan malam dengan sangat lahap, jelas saja dave menunggu jennie sampai kelaparan sedangkan jennie bekerja sampai lupa perutnya lapar.
di perjalanan pulang dave melihat jennie seperti sangat lelah.
"tidur aja kalo kamu kelelahan" ucap dave
"ah tidak apa2, aku masih bisa menahannya" jennie sambil tersenyum
tiba tiba hujan turun sangat deras disertai petir yang luar biasa, dan itu membuat jennie ketakutan sampai menurunkan kepalanya.
"Jennie, kamu ga apa apa? " tanya dave khawatir.
"Jenn....jennie... jennie" dave memanggil namun jennie tidak menjawab sama sekali.
dave meberhentikan mobilnya, dan melihat jennie yang sangat pucat serta pingsan, dave membenarkan sandaran kursi agar jennie bisa berbaring. dave membawa jennie pulang ke Apartemennya dan memanggil dokter pribadinya.
"gimana dia dok? " tanya dave cemas.
"tidak apa apa dia cuma syok mungkin di sebabkan gejalan trauma" ucap dokter "saya akan memberikan beberpa vitamin dan obat berikan setelah dia sadar". ucap doktet
"baik dok, terimakasih banyak" ucap dave
Dave terus memandangi wajah jennie yang terlihat sangat nyaman saat tidur. namun jennie terbangun dan melihat dave yang duduk di depannya.
"Jenn... Jennie.. kamu udh bangun? " tanya dave cemas
"ahh dimana ini? " jennie mencoba melihat sekitar.
"kamu dirumahku" jawab dave
Jennie melihat sekeliling banyak foto dave dan kamarnya juga sangat rapi.
"kenapa aku bisa disini? " tanay jennie
"udah kamu jangan banyak tanyaj dlu, minum obat dan istirahat lah"
Jennie menurut dan langsung terlelap tidur lagi. sedangkan dave tidur di sofa dekat tempat jennie tidur. dia khawatir jennie akan syok kembali karena hujan masih sangat deras.