04.

513 Kata
Keesokan paginya jennie berangkat kerja seperti biasanya tanpa melupakan ritual membeli roti kesukaannya. "mba brownis topping keju dan coklat" jennnie memesan "baik. silahkan ditunggu" ucap pelayan dengan ramah. saat jennie sedang menunggu jennie melihat cowo yang kemarin kenalan dengannya baru masuk toko. "hai rey" sapa jennie ramah "wowwwr trnyata kamu jd lbh ramah stlah kenalan" jawab rey dengan nada menggoda "stdaknya aku menyapa org yg sudah kukenal kan? " jennie tidak mau kalah. "kamu sprtinya krja di daerah sini atau khusus kesini? " rey mencari tau "ahh aku krja di cafe di ujung jalan" jennie menjawab dengan sangat ramah "ohh pantes sllu dsni" "kamu sndiri? " jennie kembali bertanya. "aku kerja juga disekitar sini" rey menjawab sambil memesan kue "mba brownis keju ya satu" kemudian mereka sama sama menunggu di meja kasir sambil berbincang bincang. saat akan membayar rey langsung membayar sekalian punya jennie. "sekalian punya teman saya mba" ucap rey "ga usah rey, aku bayar aja" jennie menolak pemberian rey "ga apa apa. hadiah pertemanan kita, aku akan tersinggung jika ditolak" rey dengan senyum manisnya. mereka berjalan sambil berbincang bincang dan keliatan sangat cocok satu sama lainnya. Jennie dan rey berpisah di persimpangan jalan, perasaan jennie mengatakan kalo dia akan bertemu dengan dave, entah mengapa jennie seperti bisa merasakan kehadiran dave. jennie sangat heran pada dirinta sendiri, dan benar saja jennie melihat dave turun dari mobilnya. "haii" sapa dave "hm hai" jennie membalas jujur saja jennie merasa dave tidak dingin seperti yang diceritakan temannya, bahkan jennie merasa dave orang yang hangat hanya saja dave seperti membatasi diri. "aku rasa kita belom berkenalan" jennie mencoba bersikap ramah "davidson wijaya" dave mengulurkan tangan "Jennie" sambil tersenyun ramah "jas mu aku akan mengembalikannya besok" "apa itu cara berkenalan yang sedang tren? " hahahhaa sontak keduanya tertawa. dan jennie semakin menyadari bahwa dave bahwa dave benar benar sangat tampan. "Kamu sudah sarapan? " dave mencoba memberi perhatian "mau sarapan bersama? " tanpa basa basi "kebetulan belum, mamaku buru buru pagi ini" jennie menjawab seadanya. jennie memang belum sarapan karena ibunya buru buru berangkat untuj dinas keluar kota. dave langsung membukakan pintu mobilnya. "kamu suka sarapan apa? " tanya dave "apa saja asal layak untuk dimakan" jawab jennie melucu.. mereka banyak tertawa sepanjang perjalanan dimobil. Saat memasuki restoran semua mata tertuju pada mereka. dave menyadari jennie seperti sedikit takut, dave memegang tangan jennie untuk mengisyaratkan bahwa dia yang mengajaknya dan tak perlu takut. "Dave, apa tidak apa apa kamu seperti ini? " tanya jennie "maksudmu? " dave tidak mengerti " kamu memegang tanganku, gimana kalo pacarmu sampai tau? " jennie waspada hal itu membuat dave tertawa. "udah jangan terlalu dpikirkan" mereka memesan makanan yang berbeda. jennie baru pertama kali ke restoran tersebut dan menikmati pemandangan pagi yang indah. "Disini indah sekali bukan? " tanya jennie "menurutmu begitu? " dave mencoba melihat "bagimu ini tidak indah? " tanya jennie dave mencoba menatap ke arah pandangan jennie namun tidak mengerti keindahan yang seperti apa yang dimaksud jennie. "gimana setiap pagi kita sarapan bersama? " dave menawarkan kepada jennie. "biasanya aku sarapan bersama mamaku" jawab jennie terlihat raut wajah kecewa dalam senyuman dave. "hmm kita sarapan bersama selama mamaku diluar kota, gimana? " tawar jennie "setuju" dave mengiyakan dengan cepat. saat makan ada beberpaa yang celemok di wajah dave, jennie mencoba untuk membersihkan. "ah dave, maaf dekat bibirmu" jennie mencoba memberitahu "disini? " dave mencoba membersihkan "bukan tapi disini" jennie sambil membersihkan wajah dave. mereka terliat dari jauh seperti sepasang kekasih yang sangat sempurna. padahal mereka baru kenal beberapa hari.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN