Jennie sambil bekerja terus memikirkan apa yang telah terjadi hari ini.
dia benar benar merasa sangat sial apalagi mengingat semua kue yang sudah dibelinya jatuh berantakan tanpa sempat di cicipi.
"Harusnya aku minta ganti rugi donk ya" cerutunya dalam hati.
tanpa jennie sadari dia sudah membuat para pembeli menunggu. pada akhirnya jennie di omeli oleh manajernya dan itu membuat dia semakin merasa sangat sial.
tiba tiba lelaki dalam pikirannya muncul dihadapannya, seperti biasa setiap kali dia muncul suasana menjadi lebih ramai.
"Ice Americano" pesannya
"Baik" jawab jennie karena masih kesal
"lu cwe yang tadi kan? " tanyanya
"hmm iya" jawabnya. dalam hati berkata "yaelah masak selama ini gue selalu yang layani pembelian dia masak kagak ingat sama sekali, parah nie laki".
Saat jennie memberikan pesanannya.
"Ice americano, seperti pesanan"
"okey, jangan lupa jasnya yg BERSIH" ucapnya dengan tegas.
"ah iya" Jennie menjawab seadanya
Jennie sangat terlihat kesal perihal lelaki tersebut kembali mengingatkan dia pada kejadian hari ini. Jennie jadi penasaran siapa lelaki tersebut dan dia menanyakan kepada fansnya lelaki tersebut yang tidak lain adalah rekan kerja jennie.
"Sis lu kenal pangeran lu itu"
"yang mana sii?" tanyanya kembali.
"Masak lu ga tau yg gue maksud"
"hello jennie.. pangeran gua mah banyak, ada jungkook bts, v bts, dan semua yang guanteng itu pangeran gua. nah yang lu maksud itu yang mana? "
"gini nie kalo korban korea, smua di idolakan" sambil menatap kesal ke temannya "ituloh yang sering beli kopi di tempat kita, yang tempo hari lu tergila gila liatnya" jennie menjelaskan.
"ohh itu, Dave maksud lu? CEO perusahaan mobil terkeren itu? " menjelaskan sambil kagum.
"Dia CEO? kok beli kopi sendiri ya? anehh ga sii... biasanya CEO kan pesuruhnya banyak"
"ntahlah...emank ga boleh gtu CEO brli sndiri jenn,, trus utk apa kaki sama tangannya" ngejawab sambil bete "tapi baru akhir akhir ini deh dia beli sendiri, semenjak lu kerja ke cabang ini"
"bodo amat lah, males juga mikirnya". jennie akhirnya menyerah
"emank lu ada masalah am si dave" temannya mulai mencari tau.
"iyaa,, ada maslaah sedikit tadi pagi" jennie kemudian menceritakan apa yang dialaminya tadi pagi.
"wahh warbiayasa lu jenn,, dia kan cool banget orangnya jenn"
"ah bodoh amat lah setelag bersih toh aku tinggal balikin aja jasnya".
"iya juga sii"
Pembicaraan mereka berakhir disitu, akhirnya jennie tau namanya dave dan dia CEO perusahaan ternama, pantas saja banyak wanita tergila gila dengannya, begitu pemikiran jennie.
tak terasa malam tiba jennie yang bersiap siap akan pulang merasa risau hati. ternyata apa yang dirisaukan benar saja. saat sedang perjalanan pulang hujan turun, jennie terpaksa harus sambil berlari menuju ke halte.
lalu sebuah mobil menghampiri jennie, jennie yang kehujanan bingung namun tetap berhenti untuk mencari tau siapa.
"Naiklah" setelah kaca mobil dibuka
ohh dave batin jennie mencoba mencerna perkataannya "oh tidak apa pak, hampir sampai halte kok"
Dave lalu turun dan membuka kan pintu di sebelahnya ke jennie.
jennie harus naik mau tak mau, daripada ramai yang melihat bisa bisa besok jennie di serbu.
Jennie duduk disebelah dave sambil melihat wajah dave yang semakin ganteng karna basah kena hujan.
"Kenapa? " tanya jennie tiba tiba
Dave hanya diam saja tidak mrnjawab pertanyaan jennie.
"Arah mana? " tanya dave.
"Jl merdeka depan mall lewat simpang tiga" jawab jennie lengkap
"oke"
Jennie tidak berani menanyakan lagi setelah pertanyaan pertaanya di abaikan. jennie masih bingung kenapa tiba tiba dave mengantarkannya pulang padahal selama ini mereka tidak saling kenal.
Dave memakirkan mobilnya tepat didepan rumah jennie.
"Sampai" dave bersuara memecahkan lamunan jennie
"oh oh benar, mau masuk dlu pak?" jennie kbingungan harus bersikap bagaimana.
"tidak usah" jawaban yg singkat
"hmm tunggu sbentar" jennie sambil berlari masuk kedalam rumah.
jennie mengambil handuk kecil dan kembali berlari ke depan rumah untuk menemui dave.
"ini pakailah, anda kebasahan supaya tidak flu stdaknya bisa di lap dlu"
Dave tersenyum sambil mengambil handuk pemberian jennie. lalu dave bergegas pulang "selamat malam" ucapan terakhir dave kepada jennie.