Musibah Kembali Datang

1857 Kata

“Nora kita pulang aja, nggak ada gunanya ngomong sama wanita kayak dia.” Elang menatap tajam ke arah Jeny.   Melihat Elang yang tak berkata apa pun, Jeny hanya tertawa. Dia sama sekali tak menyangka kalau Elang sekarang berubah.   “Lo beda sekarang, ya, Lang? Eh, iya, sih mau sok juga percuma. Kan, sekarang nggak punya kaki. Duh kasihan banget sih nasibnya. Untung sih gue udah putus dari lo.” Jeny menatap Elang dengan tersenyum miring.   Elang benar-benar begitu marah. Dia mencoba menahan amarahnya, tetapi melihat kelakuan Jeny membuat Elang tak bisa lagi menahan amarahnya.   “Lo bisa diem nggak? Lo lupa apa aja yang udah gue lakuin ke lo. Gue bersyukur Tuhan ngejauhin gue dari lo!” Sorot mata tajam Elang menatap Jeny.   Annora mengusap pundak Elang untuk menenangkan Elang.  

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN