Aku tidak pernah berangkat ke TPA lagi semenjak Azka membelikan cincin kepada Aisyah minggu lalu. Sekarang aku lebih suka menyindiri di dalam kamar, kebahagiaanku sudah hancur. Tak tersiksa sedikipun selain rasa sakit yang sudah menjadi isi duniaku. Ingin rasanya aku kabur dari dunia yang menyeramkan ini, agar aku bisa hidup dengan tenang di planet lain. Untuk apa menyelamatkan hari ini, kalau hari esok aku hanya akan berdiri sendiri. Untuk apa menyelamatkan hari ini, demi hari esok yang tidak pasti. Aku bagaikan kapal karam yang siap tenggelam ke dasar laut. "Salisah, Abi sudah pulang!!!" teriak umi terdengar dari kamarku. Dengan malas aku keluar dari kamar dan menghampiri Abi yang duduk di sofa ruang tengah dengan wajah lelah. "Gimana di sana, Abi?" tanya umi sambil membawakan teh han

