"Salisah, kamu nggak makan?" Aku buru-buru menghapus air mataku saat umi memasuki kamar. "Ayo makan sama Abi, Sal?" Aku yang tidur membelakangi umi menggeleng pelan. "Salisah lagi nggak enak badan, Umi." "Hmm, kamu sakit?" Ranjangnya mencelus, umi duduk di sebelahku lalu memegang keningku. "Nggak panas, tuh?" Hatiku yang panas, Umi, gerutuku dalam hati. "Kamu ada masalah?" Umi membelai rambut panjangku pelan. "Cerita, dong, sama Umi." "Enggak, kok, Umi." "Yang benar?" Umi menggodaku. Aku menghela napas, kemudian beranjak dari posisiku dan bersandar pada kepala ranjang. "Coba, cerita sama Umi?" Umi merapatkan duduknya denganku. Sementara aku masih terdiam. "Masalah bunga lily? Suprise-suprise itu?" Aku menggeleng. Air mataku kembali menetes, kali ini diiringi sebuah isakan. Umi

