Aku belum tidur menanti Reyhan pulang. Tapi sampai jam 11 malam Reyhan belum tampak juga batang hidungnya. Sebenarnya aku sudah sangat mengantuk, tapi tetap aku tahan sebelum Reyhan pulang. Dia kelayapan dimana, sih, dari tadi belum pulang? Kepalaku semakin terasa berat. Aku sudah tidak kuat lagi menahan mataku agar tidak terpejam. Aku kembali menguap kemudian menggeleng-geleng dengan cepat agar kantukku hilang. Tapi semuanya terasa semakin susah untuk dikontrol. Sampai pada akhirnya aku terlelap dan tidak ingat dengan apa-apa. Saat aku merasa semakin nyaman, tiba-tiba tubuhuku terguncang, aku terkejut lalu kembali membuka mata dan melihat Reyhan ada di hadapanku sedang mengguncang-guncang tubuhku. "Bu Salis kenapa tidur di sini?" tanyanya dengan wajah datar. Aku menutup mulutku yang m

