Adzan

1005 Kata

Aku menghampiri Reyhan yang duduk terdiam menatap suasana luar lewat jendela. Wajahnya terlihat sendu sejak kejadian di sekolah pagi tadi. "Kamu udah makan?" tanyaku sambil memegang pundaknya. Dia hanya menggeleng sambil menghela napas berat. "Makan dulu, nanti perutnya sakit." Lagi-lagi Reyhan hanya membalasnya dengan gelengan tanpa menoleh ke arahku. Aku menggigit bibir. "Kamu menyesal, ya, udah menikah denganku?" tanyaku sambil duduk di sebelahnya. Reyhan menoleh ke arahku dengan wajah murungnya. "Kenapa Bu Salis ngomong gitu?" tanyanya dengan suara serak. "Buktinya kamu ngamuk-ngamuk di sekolahan ingin bunuh Pak Sarkani?" "Bu! Kita ditindas!! Kita difinah!! Masak kita diam saja, sih!!!" bentak Reyhan dengan mata tajamnya. Aku langsung terdiam karena takut melihat wajah Reyhan ya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN