PoV Author's "Kak Azka?" ucap Sifa saat melihat kakaknya datang menyusulnya. Gadis SMP itu sedang duduk di kursi panjang yang berada di depan tempat dia baru saja makan. Sementara yang lain masih makan di dalam. Azka langsung duduk di sebelah Sifa dengan wajah datar, tak lama kemudian menghela napas seolah sedang menanggung beban pikiran yang begitu berat. "Nanti kalau kamu dewasa hati-hati, ya?" ucapnya dengan suara serak, suaranya terdengar begitu memprihatinkan untuk didengar. Sifa hanya menoleh. "Apalagi masalah cinta, jangan pernah berani jatuh cinta kepada laki-laki. Boleh jatuh cinta tapi jangan terlalu, kontrol nafsumu." Azka menghela napas dengan tatapan sendu menatap ke jalan raya. "Cinta itu kuat. Energinya luar biasa." "Seperti kata Jalaludin Rumi. Karena cinta duri berub

