Yuka menyiapkan sebuah dress hitam tanpa lengan untuk pesta tahunan nanti malam. Sebelumnya ia tidak pernah memusingkan tentang penampilannya. Setiap ada acara, Yuka hanya akan menyerahkan urusan pakaian pada pemilik butik langganan. Tapi kali ini ia memilih sendiri dan mencoba beberapa dress sebelum benar-benar dibayar cash. “Kamu sudah pastikan kalau Daniel akan datang, kan?” tanya Yuka pada salah satu bawahannya. “Sudah, bos. Pak Hudabi sendiri yang menjaminnya.” Pria berjas hitam itu menyahut sembari sedikit menunduk. Jujur, Yuka tidak begitu percaya dengan calon mertuanya itu. Ia lebih nyaman kalau mengeceknya secara langsung. “Aku akan mengambil mobil dan memastikan sendiri.” Yuka buru-buru melempar dress terakhir di tangannya ke pelayan butik. Beberapa waktu laku, Yuka khusus m

