Daniel sengaja menghindari ayahnya. Ia pergi lewat pintu belakang tanpa berpamitan dulu dengan Jim. Toh pekerjaannya sudah selesai. Hari ini sudah cukup melelahkan, jadi jangan sampai ada masalah lain. Paling-paling pokok pembicaraan mereka hanya berpusat pada Yuka. Wanita Jepang itu benar-benar mengupayakan apapun demi mendapatkannya. Berhubung sejak kemarin Daniel mondar-mandir, tubuhnya lelah sekali. Jadi, ia memutuskan untuk kembali ke apartemennya sendiri. Sejak tiga hari lalu, Jane membuatnya sibuk. Alhasil tubuhnya serasa remuk. Namun, belum kakinya mencapai lift menuju ke atas, Yuka menganggetkannya dari belakang. Entah apa yang dipikirkan gadis itu sampai nekad begitu. “Kamu mengikutiku?” tanya Daniel dengan nada kencang. “Pesanku tidak pernah dibalas, teleponku tidak diangkat

