Adam

834 Kata

Adam tidak tahu kenapa ia terus kepikiran tentang Jane. Padahal gadis itu bukanlah wanita baik-baik. Perempuan itu seperti racun. Datang bukan untuk mengobati, tapi membuat kepalanya sakit. “Kamu kenal dia?” tanya salah satu teman Adam saat melihat Daniel mengantar Jane hingga gerbang depan kampus. Pria itu tinggi, bertato dan putih. Penampilannya terlalu mencolok untuk diabaikan. “Entahlah, kenapa kamu tidak tanya sendiri?” ucap Adam kesal. Gosip selalu ada di mana-mana. Seharusnya kalau tidak mau jadi korban omongan orang, Jane tidak mau diantar. Baru kemarin masalahnya dengan Siska selesai, ini sudah memancing topik lain. Di kelas, Adam tidak bisa berkonsentrasi. Dosen bicara, tapi pikirannya ke mana-mana. Ia merasa kalau masalah Jane tidak diselesaikan, hari-harinya akan begini ter

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN