Tiba di kediamannya, Juan bergegas masuk dan hal pertama yang di carinya adalah Ibunya.
"Simon dimana Mamaku?" Tanya Juan saat ia melihat simon tak sengaja melintas di ruang keluarga
"Nyonya ada di dalam kamarnya Tuan," jawab Simon membuat Juan tanpa pikir panjang langsung bergegas menuju kamar sang Ibu yang berada tepat di sisi kanan ruang keluarga.
Juan berdiri di depan pintu kamar Ibunya lalu mengetuknya sambil berkata "Ma, apa aku boleh masuk?"
Nyonya Rose yang baru saja selsai mandi dan mengenakan pakaian santainya tersenyum "Masuklah sayang." Jawab Nyonya Rose
Juan membuka pintu kamar dan mendapati Ibunya tengah berdiri di depan lemari pakaian berwarna putih senada dengan warna dinding kamarnya.
"Ada apa sayang?" Tanya Nyonya Rose, melangkah menghampiri tempat tidur lalu mendudukan tubuhnya disana
Dengan ragu dan tak tau harus mulai bertanya dari mana, Juan melangkah mendekati tempat tidur sang Ibu lalu ikut mendudukan dirinya di samping sang Ibu
"Ada apa sayang?" Tanya Nyonya Rose kembali setelah tak mendapat jawaban dari Juan
"Hhm.. Ma?"
"Iya?" Sahut Nyonya Rose
"Mama masih berkomunikasih dengan Nyonya Linda?"
"Tante Linda, Juan. Kau harus memanggilnya Tante Linda." Nyonya Rose berusaha membenarkan ucapan sang anak
"Iya, maksudku Tante Linda." Balas Juan
"Iya masih, Mama baru saja selsai berbicara dengannya. Tapi tumben kau menanyakan Tante Lindamu?" Nyonya Rose balik bertanya
"Tidak, aku hanya tiba-tiba teringat padanya dulu kalau tidak salah dia bertetangga dengan kita bukan," Nyonya Rose mengangguk membenarkan
Juan termenung, dia tak tahu harus memulai dari mana untuk bertanya tentang Nhosa alih-alih bertanya dia akhirnya lebih memilih diam.
"Terus apa lagi yang ingin kau tanyakan?" Tanya Nyonya Rose, dengan segera Juan menggelengkan kepalanya mengurungkan niatnya untuk bertanya masalah Nhosa.
"Ayo kita pergi makan, ku rasa Mike dan Lucha sudah menunggu. Kau juga harus kembali ke perusahaan bukan?" Juan mengangguk membenarkan lalu keduanya beranjak keluar dari kamar.
Tiba di ruang keluarga, Juan mendonga sedikit keatas untuk melihat kearah lantai dua kediamannya, ia menyerengit melihat beberapa orang pelayan terlihat sibuk mondar-mandir keluar dari dalam kamar kosong yang berada tepat di depan kamar miliknya.
"Apa yang terjadi di kamar kosong itu, Ma? Kenapa para pelayan terlihat sibuk keluar masuk?"
Nyonya Rose mengikuti arah pandang mata Juan yang mengarah ke lantai dua kediaman mereka "Ah itu, Mama meminta para pelayan untuk membersihkan kamar kosong itu soalnya akan ada seseorang yang akan menempatinya." Jawab Nyonya Rose sembari tersenyum tak sabar ingin melihat Nhosa menempati kamar itu
"Kan ada kamar tamu Ma, kenapa tidak ditempatkan di kamar tamu saja?"
"Karena yang akan datang bukan tamu Juan."
"Lalu siapa?" Tanya Juan lagi
"Besok kau akan tahu dan akan Mama perkenalkan padamu." Jawab Nyonya Rose seraya mendorong tubuh kokoh sang anak menuju ruang makan yang saat itu sudah diisi oleh Lucha dan Mike.
Sementara itu di kediaman Morries, Nyonya Linda yang saat itu duduk di ruang makan sembari menyantap makan siangnya tiba-tiba tak berselera makan, gerakan tangannya terhenti lalu ia menatap senduh kearah Nhosa yang saat itu masih terlihat menikmati makan siangnya.
Nhosa menatap sang Ibu lalu tersentak kaget ketika melihat sang Ibu meneteskan air matanya.
"Mama kenapa?" Tanya Nhosa panik yang melihat sang Ibu tiba-tiba menangis.
"Mama tidak tahu, memikirkan kau akan pergi jauh merantau membuat hati Mama sedih." Jawan Nyonya Linda, segera Nhosa berdiri lalu duduk di samping sang Ibu.
"Mama..." Rengek Nhosa sembari memegang tangan sang Ibu "Aku juga tidak akan pergi selamanya, toh juga selama masa libur kerja aku bisa pulang. Jadi Mama tak perlu sedih, kita bisa telponan setiap hari bahkan video call." Ucap Nhosa berusaha menghibur sang Ibu
"Lagi pula aku kan akan tinggal bersama Tante Rose, jadi Mama tak perlu khawatir jika Mama rindu Mama bisa menjengukku sekalian reunian bersama Tante Rose." Ucap Nhosa kembali dan kalimat itu berhasil membuat Nyonya Linda merasa terhibur.
"Kau benar sayang," sahut Nyonya Linda sembari memamerkan senyuman di wajah Ayunya meski sudak tak muda lagi
Nhosa berdiri lalu beranjak menghampiri tempat duduknya melanjutkan makan siangnya.
Saat mengunyah makanannya Nhosa terdiam sejenak karena teringat sesuatu "Oh yah Ma, setahuku bukankah Tante Rose memiliki anak lelaki?"
Nyonya Linda mengangguk membenarkan "Iya, namanya Juan dulu saat berpisah usianya masih lima belas tahun sekarang mungkin sudah dua puluh lapan tahun."
"Juan?" Gumam Nhosa
"Iya namanya Juan, sayang." Sambar Nyonya Linda membenarkan gumamam dari sang anak
"Eeeh tidak mungkin itu dia bukan? Lagian di dunia ini bukan hanya lelaki sinting itu yang bernama Juan, banyak yang bernama Juan yang lain jadi ku pikir Juan anak Tante Rose bukanlah Juan musuh bebuyutanku di akun flower friend, ayolah dunia tak sekecil itu." Pikir Nhosa sebelum kembali menyantap makan siangnya.
"Lalu apa Mama masih mengingat seperti apa karakter dan sifat dari anak Tante Rose itu?" Tanya Nhosa
"Tentu saja, Juan anak yang sangat baik, sopan serta hangat dan lagi dia sangat tampan." Jawab Nyonya Linda
"Dulu apa aku dekat dengannya?" Tanya Nhosa lagi
"Tentu saja karena hampir dua puluh empat jam kau bersama Tante Rose mu dan Juan, tentu kau sangat dekat dengannya." Jawab Nyonya Linda
"Tapi aku sama sekali tidak mengingat apa-apa tentang kenanganku bersama mereka." Gumam Nhosa
"Wajar karena saat itu kau masih sangat kecil." Balas Nyonya Linda sebelum Nhosa dan Nyonya Linda kembali fokus pada makan siang mereka.
***
Di kamar, Juan terlihat mengamati ponselnya setelah login ke akun flower friendnya lalu ia menyerengit begitu melihat akun milik Nhosa yang tidak bisa di kliknyanya.
"Apa yang terjadi? Kenapa akunnya tidak bisa di klik? Dan kenapa akunya berwarna abu-abu seperti ini?" Gumam Juan "Apa aku diblokirnya lagi?" Pikir Juan lalu menangkap layar profil milik Nhosa kemudian mengirimkan foto hasil tangkap layarnya pada Mike. Setelah foto berhasil dikirim Juan segera menelpon nomor ponsel milik sepupunya itu, tak beberapa lama menunggu telpon Juanpun dijawab oleh Mike.
"Hallo?" Ucap Mike menjawab panggilan telponnya
"Apa kau sudah melihat foto yang ku kirim padamu?" Tanya Juan langsung to the point
"Iya," balas Mike
"Kenapa bisa seperti itu? Apa dia memblokirku lagi? Tapi jika dia memblokirku seharusnya akunnya menghilang dari daftar temanku tapi saat ini akunnya masih ada di daftar pertemananku tapi masalahnya aku tidak bisa mengklik akunnya." Jelas Juan menyerobot tak memberi kesempatan pada Mike untuk menjawab
"Apa sudah selsai keluh kesahnya?" Tanya Mike
"Sudah," sambar Juan cepat
"Akun milik Nhosa berwarna abu-abu itu tandanya Nhosa sudah menonaktifkan akunnya." Jawab Mike
"Maksudnya?" Tanya Juan
"Gadis itu sudah tidak menggunakan akun flower friendnya lagi itulah kenapa sistem aplikasih menangguhkan akunnya." Mendengar jawaban dari Mike membuat tubuh Juan lemas, pasalnya dia sudah membayangkan akan berdebat dengan Nhosa namun harapannya pupus saat mengetahui Nhosa sudah tidak menggunakan akun flower friend lagi.
"Baiklah, besok kau akan datang ke Kota A aku bersumpah akan mencarimu." Gumam Juan
Bersambung!