Keesokan paginya Yoga sudah mulai terbangun, pukul enam pagi ia sudah bersiap dengan pakaian bersihnya, lengkap dengan celana katun hitam polos, sepatu pantofel dan juga tubuh yang semerbak harum parfume mahal keluaran luar negeri. Yoga keluar kamar membawa tas yang berisi laptop dan juga ponsel, buku materi untuk mengajar nanti sudah berada di meja kerjanya, ia tak pernah membawa pulang buku-buku itu, karena rasanya isinya sudah berada di luar kepalanya, ia ingat setiap materi yang sama setiap semester ia ajarkan pada murid-murid sampai membuat dirinya sendiri bosan dengan materi itu. Revisi tahunan pun seakan tak merubah isinya. Saat Yoga hendak keluar rumah, Ibunya memanggil dari ruang makan, Yoga mengindahkan panggilan sang ibu dan memperhatikan pintu yang menghadap langsung kedapur

