"Ekooo, Anjrit." makiku dalam hati begitu tahu yang datang adalah Eko dan istrinya. Seorang wanita sederhana dengan rambut sebahunya. Sudah gitu, Eko datang ditemani satu kompi preman plus Bang Oji. Aku benar-benar dibuatnya kesal. Tadi itu timenya pas banget, apalagi beberapa malam ini aku pulang dini hari. Melakukan olahraga estetik bareng Mega sekarang sudah tidak bisa sebebas dulu. Aku harus selalu siaga jika ada panggilan mendadak dari siapapun. Ketika dapat time yang pas diganggu komploten Bang Oji. Lagian ngapain juga mereka datang siang-siang menjelang sore gini. Jam istirahatnya orang juga. "Masuk!" titahku pada makhluk bertato itu. Bukannya minta maaf, mereka malah tertawa lebar. "Ganggu ya, Mas?" seru Eko dengan nada tidak serius. "Banget," sahutku kesal bahkan muka su

