52. Masih Berbuntut

1292 Kata

"Ada syarat lagi?" Kudengar Eko bergumam menunjukkan kekesalannya. "katanya gak usah mikirin biaya, tapi ada aja buntutnya," omel Eko masih dalam mode lirih, tapi aku masih bisa mendengarnya. "Mau enggak?" pancingku sambil tertawa kecil. "Iya, deh demi Nyai." Pasrah Eko. "Ya udah kita keluar!" ajakku sambil melirik Eko yang tercengang mendengar ucapanku. "Jangan becanda, deh, Mas," cicitnya. "Udah kita ngobrol rame-rame bareng yang lain," paksaku menarik tangan Eko keluar. Di ruang tamu tampak komplotan Bang Oji masih berbincang tanpa arah yang jelas. Sedangkan Mega dan Nisa sedang berbincang di depan televisi. Mereka terlihat asyik berbincang sambil menikmati camilan. Mereka terlihat akrab, meskipun baru pertama bertemu. Nisa juga terlihat begitu bahagia. "Mas, terima kasih. Ist

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN