49. Mega dan Preman Pasar

1703 Kata

Pagi yang begitu indah, terdengar kicauan burung begitu merdu. Matahari pun seolah ikut mewarnai cerahnya hari dengan tanpa malu-malu menampakkan wajahnya. Hangatnya sinar mentari mampu memeluk seluruh pnduduk desa dari kabut yang menyelimuti desa. Tak terkecuali aku. Kuraup oksigen terbaik milik semesta yang diberikan secara cuma-cuma oleh sang khalik. Benar-benar surganya dunia adalaha saat menikmati alam bebas hambatan. Setelah meredanya kasus Mbah Joyo, suasana desa semakin tenang. Tidak ada lagi suara netizen yang koar-koar dengan berita tidak jelas. Tulang belulang yang ditemukan, benar milik seorang wanita dan sudah terkubur hampir seratus tahun. Akhirnya penyelidikan berakhir dengan disebutkannya nama Ratih, salah satu warga yang menghilang seratus tahun lalu. Data itu ditemu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN