Aku merasa baru saja memejamkan kedua mata saat mendengar suara pintu diketuk. kugerakkan tanganku berpindah posisi tanpa harus melepas pelukan Mas Yanto. Berharap suara tadi hanya mimpi. Aku kembali memejamkan mata. Mengabaiakan mimpiku. "Malam-malam begini siapa yang bertamu?" gumamku dalam hati tanpa ada niatan untuk membuka mata sedikitpun karena bagiku ketukan itu ada di alam mimpi. Aku sangat lelah dan benar-benar lelah. Aku tidak ingin diganggu siapapun diistirahat malam karena tenagaku masih dibutuhkan untuk esok hari. Esok aku masih harus berkeliling desa mentreatment anak-anak istimewa desa ini. Kembali aku mendengar suara pintu diketuk. Bahkan terdengar lebih keras dari sebelumnya. "Rumah siapa yang diketuk sekeras itu, tapi gak dibuka-bukain. Berisik sekali," aku kembali

