Ikut Tugas

1120 Kata
Tiba-tiba Reza mendapatkan sebuah panggilan dari kantor, tentu saja dia merasa sangat tergganggu. "Kenapa harus menggangguku saat aku bersama dengan wanita," ucap Bagas merasa sangat kesal karena harus bekerja. "Ada apa Bagas?" Salsa bertanya sambil tersenyum. "Ada sesuatu yang terjadi, aku harus segera melihatnya." Bagas mulai memberitahu kepada Salsha mengenai dengan pekerjaannya. "Oh ada apa?" Salsa sangat penasaran dengan pekerjaan yang akan dilakukan oleh Reza. "Biasa, ada sekelompok remaja sedang melakukan tawuran, tentu saja aku diminta untuk segera mengecek nya." "Bolehkah aku mengikutimu?" Tiba-tiba Salsa justru ingin ikut pergi bersama dengan Reza, tentu Reza tidak ingin jika sampai terjadi sesuatu pada Salsa. "Jangan, itu sangat berbahaya." Reza tidak mau jika sampai terjadi sesuatu pada Salsa. "Dahulu aku sudah biasa ikut tawuran, Tentu saja aku sangat ingin melihat mereka." Salsa masih ingin jika Reza mengajaknya pergi untuk bekerja, namun Reza merasa jika hal itu sangat berbahaya. "Tidak bisa Salsa, Aku tidak mau jika sampai terjadi sesuatu pada dirimu." "Ayolah tidak usah mengkhawatirkan keadaanku, Aku sangat ingin melihat mereka." "Baiklah aku akan mengajakmu," ucap Reza. Reza merasa sangat terpaksa ketika akan pergi dengan Salsa, mengingat hal itu sangat berbahaya jika sampai ada sesuatu yang tidak diinginkan, Namun karena Salsa memaksa Reza untuk mengajaknya tentu saja Reza menyetujuinya. "Tapi kamu harus berhati-hati saat aku sedang bekerja, Aku berharap jika kamu tidak keluar dari mobilku." Reza meminta Salsa agar selalu berada di dalam mobil, tentu saja Salsa sangat senang ketika Reza mau mengajaknya. "Baiklah aku akan menyetujui semua yang kamu perintahkan," ucap Salsha sambil tersenyum. Reza segera bergegas menuju ke tempat kejadian, terlihat sekelompok pemuda yang sedang berkelahi, namun setelah kedatangan polisi mereka segera membubarkan kerumunan nya. "Ternyata beberapa temanku sudah tiba, syukurlah pekerjaanku sudah mulai membaik." Reza tersenyum karena bisa bersama dengan Salsa. ''Salsa, saat aku meletakkan mobilku tepat di parkiran, Aku berharap jika kamu tidak keluar." Reza tidak ingin jika Salsa keluar dari mobilnya, tentu saja Salsa menyetujui semua perkataan Reza. ''Baiklah aku akan tetap berada di dalam mobil." Reza tersenyum karena Salsa mau mengikuti semua perintahnya, namun Salsa terlihat sangat kesal ketika dirinya harus berada di dalam mobil. Beberapa teman Reza yang masih seumuran dengannya, berjaga di dekat koridor jalan, kebetulan kondisi jalan memang sangat sepi, mereka mengawasi pergerakan para remaja yang sudah pergi meninggalkan lokasi. "Bagaimana keadaannya?" Reza bertanya kepada Samuel, untuk mengetahui sesuatu yang terjadi. "Semua baik-baik saja, kita hanya perlu menjaga agar kondisi lebih aman." Terlihat senyuman di wajah Samuel sambil menyambut sahabatnya, namun ternyata Reza justru sangat takut jika sampai Samuel mengetahui dirinya pergi dengan seorang wanita. "Kenapa jendela mobilmu terbuka?" Saya mulai mencoba mengingatkan kepada sahabatnya. "Aku sengaja membuka pintu mobilku," jawab Reza. Tentu Samuel merasa ada sesuatu yang disembunyikan oleh sahabatnya, melihat jika sahabatnya yang sangat teliti Tentu saja tidak akan meninggalkan mobil dalam kondisi jendela terbuka. "Apa sebenarnya yang kamu sembunyikan?" Tiba-tiba Samuel berjalan untuk mengecek keadaan mobil sahabatnya. "Kamu jangan pergi ke sana? Aku tidak mau kita sampai kamu melihat mobilku." Dengan rasa sangat gugup, Reza mencoba untuk memberhentikan sahabatnya agar tidak masuk ke dalam mobilnya. "Apa sebenarnya yang kamu sembunyikan?" Tentu saja Samuel merasa ada sesuatu yang disembunyikan oleh sahabatnya, Reza terlihat sangat gugup untuk menjawab pertanyaan dari sahabatnya. "Tidak ada apa-apa? Kamu tidak perlu mengawasi mobilku." Reza mencoba menghalangi Samuel untuk melihat kondisi mobilnya. "Jika kamu semakin melarangku, aku akan semakin penasaran dengan sesuatu yang kamu sembunyikan." Reza berjalan untuk menghampiri mobilnya, kepada Salsa agar tidak menunjukkan dirinya. "Salsa, kamu jangan memperlihatkan wajahmu terlebih dahulu, sahabatku akan segera datang untuk mengecek mobil ini." Salsa merasa sangat heran melihat sikap Reza, menganggap jika dirinya seperti sesuatu yang tidak diharapkan. "Kenapa dia justru ingin aku bersembunyi, Aku bukan seperti anak TK yang akan patuh kepada ucapannya." Salsa justru sangat marah ketika mendengar ucapan dari Reza. Saat Samuel mencoba untuk mendekati mobil Reza, berulang kali Reza selalu menghalangi sahabatnya. "Ayolah Jangan mendekati mobilku, tidak ada sesuatu yang aku sembunyikan." Wajah panik terlihat sangat jelas di pipi Reza, Samuel justru segera mendekati mobil dengan jendela terbuka. Samuel segera membuka pintu mobil Reza, saat itu juga terlihat sangat panik ketika sahabatnya mendekati mobilnya. "Mudah-mudahan Salsa segera bersembunyi, aku takut jika sampai mereka mengetahui jika aku pergi dengan seorang wanita." Reza mulai panik ketika melihat Samuel membuka pintu mobilnya. "Sebenarnya apa yang kamu sembunyikan?" Samuel ingin mengetahui sesuatu sebelum dirinya membuka pintu mobil itu. "Tidak ada yang aku sembunyikan, Kamu tidak usah mengkhawatirkan ku." Reza mencoba bersikap biasa-biasa saja agar tidak dicurigai, namun wajahnya tetap terlihat sangat bingung karena melihat jika pria yang ada di dekatnya mencoba untuk membuka semua yang disembunyikannya. "Hai teman, Aku sudah lama mengenal dirimu, tentu Aku tidak percaya Jika kamu berkata seperti itu." Samuel memang sudah sangat mengenal sifat Reza, mereka sudah saling dekat sejak kecil, tentu saja hal itu membuat Samuel semakin tidak percaya. "Terserah kamu mau berpikir seperti apa? Yang terpenting saat ini aku memang sedang tidak menyembunyikan sesuatu." Reza justru terlihat sangat kesal saat berbicara dengan sahabatnya. "Kondisi wajahmu yang terlihat marah, tentu saja memberikan artian bahwasanya memang kamu sedang tidak berkata jujur kepadaku." "Terserah kamu mau bilang apa? Yang terpenting memang aku sedang tidak menyembunyikan sesuatu." Karena melihat sahabatnya marah, Samuel tidak jadi membuka pintu mobil itu, Reza merasa sangat lega karena sahabatnya mengetahui jika dirinya tidak suka jika sampai ada seseorang yang ikut campur urusan pribadinya. "Baguslah, akhirnya Samuel mencoba menjauhi mobilku, Aku sangat takut jika sampai ada temanku yang mengetahui jika aku membawa m**i wanita." Meskipun Reza adalah pria yang sudah dewasa, namun dirinya tidak ingin terbuka masalah wanita kepada sahabatnya, entahlah Apa yang membuatnya ingin menyembunyikan semua masalah pribadinya. "Apa sih sebenarnya yang terjadi di luar mobil?" Salsa sangat penasaran dengan sesuatu yang terjadi, Salsa sangat ingin mengetahui sebenarnya yang terjadi saat Salsa berada di dalam mobil. "Sepertinya ada sesuatu yang membuat aku tidak boleh keluar?" Salsa justru sangat penasaran dengan sikap Reza yang menyembunyikan dirinya, tiba-tiba berpikir bahwa sanya memiliki kekasih lain. "Pasti ada wanita di luar sana, Aku tidak mau jika sampai menjadi wanita simpanan dari seorang pria." Tentu saja Salsa tidak mau jika sampai dirinya hanya bersembunyi di dalam mobil, melihat beberapa teman Reza mendekati mobilnya tentu membuat Salsa sangat ingin keluar. "Apakah aku harus keluar dari mobil ini?" Salsa masih berpikir untuk tidak membuat Reza merasa kesal, namun setelah dipikir kembali jika dirinya tidak keluar dari mobil Tentu saja tidak akan mengetahui sesuatu yang terjadi. "Baiklah aku akan mencoba keluar dari mobil ini," ucap Salsha sambil membuka pintu mobilnya. Saat itu juga semua teman Reza sangat terkejut saat melihat kondisi pintu mobil yang tiba-tiba terbuka. Mereka sangat penasaran karena ada sesuatu yang disembunyikan oleh Reza. Mungkinkah ada sesuatu yang menegangkan setelah Salsa keluar? Mungkin saja hal itu justru menjadi adegan yang sangat menegangkan bagi beberapa pria yang berjaga di dekat mobil.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN