Dia Memarahiku

1000 Kata
Rere mengikuti Reinal masuk ke dalam ruangannya, tentu saja karena dia tidak suka ketika melihat sikap Sena yang bersikap sangat manja. ''Aku akan mencoba mengikuti mereka, karena aku merasa jika Sena Reinal," ucap Rere sambil segera mendekati Reinal. Mereka terlihat sangat sibuk ketika melihat kondisi Sena yang belum juga siuman, sinar sangat pandai berpura-pura agar tidak diketahui kebohongannya. "Sena terlihat sangat lemah, Aku sama sekali tidak menyukai jika ada seorang wanita yang bersikap sangat lemah." Rere hanya bisa berbicara di dalam hati, tentu saja jika sampai dia mengucapkan secara langsung pasti akan terjadi perdebatan yang sangat hebat. "Kamu kenapa mengikutiku?" Reinal menatap wajah Rere, karena tidak menyukai sikapnya. Rere tertawa saat melihat Reinal bertanya kepadanya, tentu saja karena merasa jika Reinal terlalu bersikap sangat menyebalkan sehingga membuat dirinya merasa kesal. "Terserah aku mau berbuat apa? Itu semua tidak membuatmu rugi." Rere tidak menyadari jika dirinya sudah mengganggu ketenangan Reinal, mendengar jawaban wanita yang ada di depannya, Reinal mencoba menatap dengan sangat sinis. "Sudah berulang kali aku katakan kepadamu, entah sampai kapan kamu mau mendengarkan jawabanku." Reinal sangat tidak menyukai sikap Rere, tentu saja karena terlihat sangat menyebalkan, dan membuat Reinal harus bekerja keras untuk bisa menjauhi Rere. "Rainal, Aku hanya tidak ingin jika kamu mempermainkan perasaan wanita, ingat aku pasti akan mengganggu kehidupanmu." "Atas dasar apa kamu tidak suka dengan sikapku, Apakah kamu merasa terganggu karena aku sudah banyak mempermainkan hati wanita?" Reinal mencoba bertanya kepada Rere. "Kamu memang tidak memiliki rasa malu, seharusnya kamu bisa jauh lebih bersikap baik kepada wanita, Jika kamu terus bersikap seperti ini, tentu saja semua wanita akan membencimu." Rere mencoba menasehati Reinal, karena tidak ingin jika banyak wanita yang menjadi korban dari sikap Reinal yang sangat ingin mempermainkan hati wanita. "Entah sampai kapan kamu harus berbuat seperti itu, Aku sama sekali tidak menyukai jika kamu melakukan hal yang sangat menyebalkan." "Ya karena kamu merasa terganggu jika aku akan memberitahu mereka, ingatlah Rainal Aku tidak akan diam begitu saja." Saat ini Rere benar-benar berani berkata seperti itu kepada Reinal, menurutnya karena Reinal yang sering membuat masalah tentu saja dirinya harus menindak agar tidak banyak yang masuk kedalam perangkapnya. "Ternyata kamu benar-benar menjadi wanita yang suka ikut campur dengan masalah orang lain, Apakah kamu tidak memiliki kesibukan lain, selain membuat masalah?" Reinal sangat ingin mengetahui Apa jawaban yang dikatakan oleh Rere, tentu saja Rere tidak akan mau mengalah jika dirinya mendapatkan perlakuan yang buruk. "Terserah saja kamu mau bilang apa? Intinya aku tidak akan membiarkan kamu mempermainkan perasaan wanita." Terkadang seorang wanita terlihat sangat berani berkata seperti itu kepada pria, tentu saja karena melihat sikapnya yang sangat tidak bertanggung jawab. Saat mereka berdebat, tiba-tiba terbangun karena merasa sangat terganggu dengan pertengkaran mereka, Sena mulai bangun dan menatap mereka yang sedang berdebat. "Apakah kalian sama sekali tidak memiliki pekerjaan yang penting?" Raut wajah yang terlihat sangat kesal, membuat Rere semakin yakin jika senang hanya berpura-pura saja. "Oh jadi benar dugaanku, ternyata kamu hanya berpura-pura saja." Rere justru berani berkata seperti itu kepada Sena, mendengar ucapan yang terdengar sangat menyakitkan tentu saja Sena sudah tidak tahan melihat sikap Rere. "Kamu harus menjaga ucapanmu, tidak sepantasnya kamu berkata seperti itu." Sena menunjuk wajah Rere sambil memperlihatkan kemarahannya. "Tidak perlu kamu menunjuk wajahku, aku tidak suka jika melihatmu bertindak kasar seperti itu." Karena merasa jika Sena tidak mengerti apa sebenarnya yang ingin dilakukan oleh Rere, tentu saja Sena akan membela kekasihnya. "Kamu akan menyesal, Jika kamu tidak mau mendengar ucapanku." Rere berjalan meninggalkan Sena karena tidak ingin jika dirinya berdebat dengan Sena. "Dasar wanita tidak tahu malu, selama ini dia hanya bisa merusak kebahagiaan orang lain," ucap Sena saat melihat Rere pergi meninggalkannya, namun saat itu juga Reinal merasa sangat tidak nyaman jika melihat Rere. "Wanita ini sangat banyak mengetahui semua yang aku lakukan, Kenapa dia sangat penasaran dengan sesuatu yang aku lakukan?" Reinal masih tidak menyangka jika dirinya bisa mengenal wanita seperti Rere, wanita yang sangat senang membuat masalah dengan orang lain. "Kenapa kamu Hanya berdiam saja saat melihat dia bersikap seperti itu?" Sena Tentu saja tidak terima jika melihat ada wanita lain yang berani memarahi kekasihnya, karena ada momen untuk bisa dimanfaatkan tentu saja Reinal mencoba untuk menghasut Sena. "Percuma saja berdebat dengannya, Dia sangat pandai berbicara sehingga membuatku merasa terpojokkan saat mendengar ucapannya." Reinal mencoba untuk membela dirinya, tentu saja hal itu dilakukan agar bisa membuat Sena percaya dengannya. "Kamu memang sangat bodoh, seharusnya kamu bisa mengatasi wanita seperti itu, aku benar-benar merasa heran ketika melihatmu sama sekali tidak bisa bersikap tegas saat ada wanita yang melecehkan nama baik mu." Sena justru merasa sangat kesal Ketika Harus melihat kekasihnya mendapatkan perlakuan buruk dari seorang wanita yang selama ini sangat tidak disukai olehnya. "Aku memang tidak pandai berdebat, aku juga malu jika harus berdebat dengan seorang wanita." Reinal tersenyum saat mendapatkan pembelaan dari sang kekasih, tentu saja karena melihat kekasihnya sangat mencintai dirinya, Reinal bisa tersenyum bahagia. "Terkadang wanita memang terlihat sangat bodoh, Padahal aku sama sekali tidak pernah jujur dengan perasaan yang aku rasakan." Reinal Hanya selalu bercanda, mengingat jika dirinya sering mendapatkan masalah tentu saja dia ingin menutupi semua kekurangannya. Sena kembali berbaring di atas ranjang rumah sakit untuk mengembalikan semua tenaga yang hilang, hamil muda yang dirasakan oleh Sena membuat dirinya sama sekali tidak bisa merasakan kenyamanan. "Aku memang harus banyak bersabar, mungkin karena semua ini adalah ulah manusia yang tidak bertanggung jawab namun Aku harus bisa bersabar." Sena mencoba untuk bersikap sabar, karena tidak mau jika sampai terjadi sesuatu pada dirinya, melihat seorang kekasih yang terlihat sangat tertekan dalam masalahnya tentu saja Sena ingin bisa menjadi kekasih yang baik. Reinal menarik nafasnya dalam-dalam, sambil berharap jika semua yang terjadi dalam hidupnya akan memberikan makna tersendiri. "Ingat Reinal, kamu harus bisa bersikap baik kepadaku, meskipun aku terlihat sangat tua darimu." Reinal menggelengkan kepalanya karena sudah tidak bisa lagi berkata sesuatu, tentu saja karena semua itu adalah ulah dari wanita yang ada di depannya. "Izinkan aku bahagia terlebih dahulu, Aku tidak mau jika sampai terjadi pernikahan yang membuatku merasa kesal dan sangat ingin marah dengan nya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN