Hari ini adalah hari libur, Reza memiliki tujuan untuk menemui Salsa.
"Sungguh aku sangat ingin bertemu dengan Salsa," ucap Reza sambil membayangkan jika dirinya bertemu dengan wanita yang sangat dicintainya. Beberapa hari ini Reza tidak bisa menemui Salsa, tentu membuat Reza semakin kangen.
"Mengingat wajah Salsa, sungguh membuat ku semakin terpesona," ucap Bagas.
Senyuman terkadang bisa membuat seseorang menjadi tambah cinta, apalagi senyuman yang di berikan seorang wanita yang sangat cantik.
"Tapi itu semua tidak seindah yang aku bayangkan." Reza mulai merasa kecil hati, mengingat ada banyak pria yang ingin menjadi kekasih Salsa, mereka selalu berusaha untuk bisa menjadi seorang pria yang bisa mengayomi kehidupan Salsa, meskipun terlihat sangat sulit.
"Aku akan terus berusaha, aku sangat ingin memulai kehidupan yang baru." Reza terdiam sambil membayangkan indahnya pernikahan.
Bersanding dengan wanita yang sangat dicintai, tentu membuat seseorang menjadi semakin jatuh cinta.
"Kalau begini, aku akan segera mempersiapkan diri untuk bisa semakin bersemangat menjadi kekasih Salsa, aku tidak mau jika sampai Salsa menikah dengan orang lain."
Reza mulai bersemangat untuk bisa menjadi pendamping hidup Salsa, berbagai cara akan dilakukan untuk bisa mendapatkan hati wanita yang sangat dicintainya.
Karena tidak ingin berpikir Lama dengan keputusan yang ada, Reza mengingat masa-masa indah saat bersama dengan wanita yang sangat dicintainya, namun semua itu tidak mampu membuat hatinya berdebar.
"Apakah Salsa, adalah wanita yang harus diperjuangkan?" Reza mulai sedikit ragu karena perasaan yang kini dirasakan tidak seperti yang diharapkan.
Salsa tidak bisa menganggap Reza sebagai pria yang dicintainya, meskipun Reza berharap jika dirinya menjadi yang spesial.
"Sungguh begitu banyak pria yang mencintai Salsa, tentu aku merasa jika diriku tidak bisa mendapatkan cinta Salsa," ucap Reza sambil termenung membayangkan hubungan yang inginkan tercapai.
"Aku terlihat sangat bodoh, menjadikan diriku sebagai tempat curhatnya, meskipun itu benar-benar membuat hatiku terasa sangat sakit." Reza baru menyadari jika sikapnya membuat dirinya merasa kacau.
Karena tidak ingin jika dirinya terus-menerus menjadi orang ketiga dalam hubungannya, Reza akan berusaha memberi tahu Salsa jika dirinya mencintainya.
"Harus berani mengungkapkan perasaanku, jika sampai aku tidak berani mengungkapkan perasaan ini, tentu Bagas dan Andika yang akan mendapatkan cinta Salsa." Ada sedikit rasa khawatir, jika melihat cinta yang dimilikinya tidak bisa diungkapkan.
Seorang polisi tampan, yang memiliki gaya penampilan yang sangat keren, membuat Reza semakin terlihat tampan di depan wajah wanita yang dicintainya.
"Setidaknya aku harus bisa mengungkapkan perasaan ini, jika aku melihat Salsa dengan pria lain, tentu akan membuat hatiku terasa semakin kecewa."
Terlalu lama berpikir membuat Reza semakin terlihat sangat pusing, menarik nafasnya untuk membuat dirinya sedikit lega.
"Baiklah aku akan menemui Salsa, kali ini aku tidak boleh melewatkan waktu untuk mengungkapkan perasaanku." Bagas sangat ingin perasaan yang dimiliki bisa di ungkapkan kepada wanita yang sangat dicintainya.
Sebelum pergi menemui Salsa, Reza bercermin terlebih dahulu untuk memastikan jika dirinya terlihat sangat tampan.
"Wajah setampan diriku, tentu akan jauh lebih mudah mendapatkan wanita secantik Salsa," ucap Reza mencoba untuk bisa mendapatkan hati Salsa.
Setelah bercermin tentu saja Reza segera pergi meninggalkan rumahnya, menuju ke rumah sakit.
Sesampainya Reza di rumah sakit, tidak sengaja Reza berhenti tepat di depan ruangan Bagas, saat itu juga dirinya menatap wajah wanita yang ada di dekat Bagas.
"Sungguh wajahnya terlihat sangat cantik sekali, jika melihatnya aku semakin jatuh cinta kepada Salsa." Reza tidak bisa menghindari perasaan yang ada di dalam hatinya, wanita itu benar-benar mampu membuatnya semakin jatuh cinta.
"Sungguh aku sangat mencintainya, jika melihat dirinya, tentu aku tidak akan pernah bisa jauh darinya." Reza tersenyum sambil melihat Salsa dari jendela, namun Reza mulai memperhatikan sikap Salsa.
Reza sangat terkejut ketika melihat Salsa memegang kening Bagas, saat itu juga hati Reza terasa sangat sakit sekali.
"Kenapa Salsa begitu memperhatikan Bagas?" Reza benar-benar sangat kecewa ketika melihat wanita yang dicintainya dekat dengan pria yang sama sekali tidak disukai.
"Sungguh hatiku benar-benar terasa sakit," ucap Reza sambil memegang dadanya. Menatap wajah wanita yang dicintai dari kejauhan, benar-benar membuat hatinya menjadi Sakit.
"Jika terus-menerus seperti ini, Aku tidak mau menatap wajahnya lagi." Reza kesal dan segera pergi meninggalkan ruangan Bagas, saat itu juga dirinya bertemu dengan wanita yang sangat cantik di rumah sakit tersebut.
"Hai Reza ..." Salah seorang wanita cantik menyapa Reza, namun Reza sangat terkejut ketika menatap wajah wanita itu.
Terlihat jika Reza sangat melupakan wajah wanita itu, namun Reza merasa jika wanita itu terlihat sangat tidak asing lagi.
"Sungguh aku sudah melupakan dirimu, Namun sepertinya aku mulai mengenalimu," ucap Reza sambil mengingat wajah wanita itu.
"Siapa dirimu?" Reza memberanikan diri untuk bertanya identitas wanita yang ada di dekatnya.
Wanita itu justru tersenyum saat melihat Reza bertanya tentang dirinya, menyengat jika sudah sangat lama mengenal Reza.
"Aku sudah mengenalimu sejak lama, namun Kenapa kamu benar-benar tidak ingat siapa namaku?" Rasa kesal mulai dirasakan oleh wanita itu, menyapa seorang pria tampan di depan beberapa orang tentu membuatnya merasa malu.
"Aku minta maaf kepadamu, aku benar-benar tidak ingat siapa dirimu sebenarnya," ucap Reza sambil tersenyum.
Wanita itu mulai menarik nafasnya, menahan emosi yang mulai bergetar, ada sedikit rasa kekecewaan yang mulai dirasakan.
"Sudahlah Jika kamu tidak mengingat siapa diriku, lebih baik aku segera pergi meninggalkanmu." Wanita cantik itu tidak mau jika dirinya sampai terlihat sangat malu di depan Reza, Reza merasa dirinya benar-benar bersalah karena sudah membuat wanita itu merasa malu.
"Sungguh aku tidak sengaja mengatakan itu semua, padahal aku tidak bermaksud membuatnya merasa kesal saat berada di dekatku." Karena tidak ingin melihat wanita itu pergi dalam kondisi sangat kesal, Reza mencoba untuk mendekati wanita itu, agar bisa membuatnya tidak marah lagi.
"Maafkan aku, sungguh aku tidak bermaksud membuatmu merasa kesal, jika ucapanku membuatmu merasa sedikit kesal, Aku mau minta maaf." Reza memang sudah biasa menangani beberapa orang yang sangat sulit untuk bisa menjelaskan masalah, namun permasalahan kali ini sangatlah berbeda, Reza harus menjelaskan didepan wanita yang tidak dikenalnya.
"Sudah tidak perlu kamu menjelaskan kepadaku, sungguh aku tidak mau jika diriku semakin malu saat melihat wajahmu." Wanita itu benar-benar kecewa dengan ucapan Reza, Reza hanya bisa terdiam sambil menatap wanita itu pergi meninggalkannya, meskipun dirinya merasa sangat menyesal ketika melihat ada wanita yang sangat cantik merasa kesal dengannya.
"Kenapa aku bisa membuatnya semakin kesal, Padahal aku hanya ingin bertanya kepadanya?" Reza terdiam.