Kekecewaan

1003 Kata
Reza mulai terdiam sambil menatap wanita yang pergi meninggalkan dirinya, berharap jika masalah itu bisa diselesaikan secara baik-baik. "Sungguh aku tidak bisa membiarkan wanita merasa sangat kesal kepadaku, padahal aku sangat memahami karakter wanita." Sedikit ada rasa menyesal ketika melihat wanita yang ada di depannya terlihat sangat kesal ketika berhadapan dengannya. "Wanita cantik itu, sungguh sangat kasihan jika sampai merasa marah kepadaku, padahal aku sudah berusaha untuk bisa mendapatkan wanita yang cantik.'' Reza mencoba untuk melupakan masalah yang ada di dalam benaknya, karena tidak ingin jika harus memikirkan masalah yang datang. "Jika terus-menerus seperti ini, tentu aku akan semakin merasa sangat pusing." Menghadapi seorang wanita tidaklah mudah seperti yang dibayangkan, banyak pria yang tidak bisa meluluhkan hati wanita. "Sungguh sangat sulit untuk bisa meluluhkan hati wanita, mungkin aku tidak bisa seperti pria yang sangat mudah untuk mendapatkan wanita yang dicintainya.'' Reza merasa sangat heran ketika dirinya tidak bisa meluluhkan hati wanita yang dicintainya. "Memang aku tidak memiliki keahlian untuk bisa mendapatkan hati wanita, namun aku tidak mau diam, Aku akan berusaha agar bisa meluluhkan hati wanita yang ada di dekatku." Reza akan selalu berusaha sampai bisa mendapatkan hati wanita yang dicintainya. Tersenyum dan sangat bangga, tentu membuat Reza semakin bahagia, menatap wajah wanita yang dicintainya terlihat sangat bahagia ketika berhadapan dengannya. "Semuanya kalau terus-menerus begini, tentu aku akan terlihat sangat menyedihkan, tidak sesuai dengan ekspresi wajahku yang tampan." Reza mulai ingin jika dirinya terlihat sangat membanggakan dari pada pria yang lain. Reza merasa jika dirinya sangatlah kesulitan untuk bisa mendapatkan hati wanita, meskipun semua yang terlihat mudah, tidak seperti yang dibayangkan. "Jika terus-menerus seperti ini, aku akan terlihat sangat bodoh, sungguh sangat menyebalkan jika tidak bisa mendapatkan hati seorang wanita yang sangat cantik, tentu aku akan sangat sedih," ucap Reza dengan begitu lelah ketika mencari pasangan dalam hidupnya. Mencari pasangan tidak mudah seperti yang di bayangkan, berbagai cara harus bisa dilakukan untuk mendapatkan hati wanita yang dicintainya. Laki-laki setampan Reza, tentu sangat menyedihkan jika tidak bisa mendapatkan wanita yang dicintainya. "Sungguh ini bukanlah perkara yang biasa aku rasakan," gumam Reza sambil berjalan kembali ke mobilnya, karena tidak ingin jika dirinya melihat wanita yang dicintai bersama dengan pria lain, tentu Reza harus berusaha untuk melupakan wanita itu. "Aku akan berusaha sekuat tenaga untuk melupakan Salsa, Aku tidak ingin jika terus-menerus melihat wajahnya." Mendapat wajah wanita yang dicintai, tentu akan membuat hati semakin jatuh cinta, apalagi sikap baiknya yang begitu mempesona, tentu akan menambahkan rasa cinta. "Mungkin aku harus terus berusaha untuk bisa menjauh dari Salsa, aku tidak boleh lemah sampai hatiku terasa sangat sakit." Reza duduk di kursi mobilnya, sambil membayangkan masalah yang hadir dalam hidupnya. Menatap jam tangan yang ada di tangannya, tentu Salsa sangat ingin jika dirinya menelepon Reza, sejak tadi sudah menunggu terlalu lama. "Kenapa Reza tidak juga datang kesini?" Salsa merasa sangat heran ketika dirinya tidak bisa menemukan Reza. "Baiklah aku akan segera meneleponnya, Aku tidak mau jika sampai dia tidak datang," ucap Salsa sambil merasa sangat kecil ketika pria yang diharapkan tidak juga datang menemuinya. "Jika aku menelponnya, tentu aku akan merasa sangat malu sudah menghubungi pria yang menyukai ku," ucap Salsha dengan penuh rasa ragu. Tapi Salsa mulai berpikir jika dirinya tidak menelepon pria yang dicintainya, tentu akan membuat jiwanya semakin terasa sangat menyedihkan. "Mungkin aku akan mencoba untuk memastikan bahwa dirinya sudah datang, " ucap Salsha sambil berharap jika pria yang dicintainya datang untuk menemuinya. Rasa ragu yang ada didalam jiwa Salsa, mulai terlihat sangat jelas, Salsa sangat tidak ingin jika sampai Reza menganggap dirinya bukanlah menjadi wanita yang baik, tentu akan terasa sangat malu jika sampai hal itu terjadi. "Baiklah aku tidak akan menelepon nya, aku harus bersabar menunggu sampai dia datang." Salsa berpikir jika tidak pantas menelepon seorang pria, berharap jika hal itu adalah sebuah jalan untuk menjaga formalitasnya. "Seorang wanita harus sangat pandai menjaga harga dirinya, jika sampai salah jalan, tentu akan membuat harga diri semakin turun." Menunggu kedatangan seorang pria yang sangat diharapkan, tentu membuat Salsa merasa sangat kesal, sudah terlalu lama menunggu namun tidak juga datang. "Tidak biasanya, Reza tidak menepati janji, sungguh aku benar-benar merasa sangat kesal dengan sikapnya," ucap Salsa. Reza bahkan lupa dengan janji yang diucapkan kepada Salsa, Karena rasa cemburu yang begitu besar, Reza sungguh merasa benar-benar kecewa. "Kenapa Salsa memberikan harapan palsu, Padahal aku berharap jika hubungan ini dijalani dengan sangat serius." Sungguh rasa kecewa selalu hadir membayangi wajah Reza, menatap wanita yang dicintainya bersama dengan pria lain, tentu membuat hatinya merasa sangat kesal. "Sudah cukup, Aku tidak mau terlalu sakit hati jika mengingat hal itu kembali." Mengharapkan seseorang untuk tulus mencintai sungguh sangatlah sulit, begitu juga yang dirasakan oleh Reza, Reza harus bersabar menghadapi wanita yang dicintainya. Karena sangat kesal dengan sikap Salsa, Reza memutuskan untuk segera pergi meninggalkan rumah sakit, menyalakan mobil yang dibawa menuju keluar parkiran, saat itu juga Salsa keluar dari ruangannya menuju ke parkiran. Salsa sangat terkejut ketika melihat mobil Reza mulai pergi meninggalkan Rumah sakit. "Apa sebenarnya yang terjadi? Mengapa Reza tiba-tiba pergi tanpa menemuiku sebelumnya?" Sungguh Salsa merasa sangat bingung, menatap sikap pria yang dicintainya begitu saja pergi meninggalkannya. "Aku harus bagaimana? Apakah aku harus menelepon dan bertanya kepadanya?" Salsa sangat tidak ingin jika dirinya dianggap w************n, karena sudah tidak sabar menantikan kehadiran pria yang sangat dicintai. "Melihat sikap Reza, tentu terlihat sangat jelas di wajahnya, Jika dia sedang marah, mungkin Jika aku tidak meneleponnya, Reza akan semakin marah denganku." Salsa mencoba untuk mengambil ponselnya, namun Salsa merasa ragu saat akan menelepon Reza. "Aku tidak mau membuat dirinya semakin kesal dengan sikapku, Baiklah aku akan mengirimkan pesan saja." Salsa memutuskan untuk mengirimkan sebuah pesan singkat, berharap jika pesan yang dikirimkan bisa menyelesaikan masalah yang sedang terjadi. "Hai Reza, apakah aku punya salah, sehingga kamu tidak jadi menemuiku," ucap Salsa dalam sebuah pesan singkat. Salsa mencoba untuk bersabar menghadapi kenyataan yang terjadi, karena tidak ingin jika dirinya terlalu sedih, Salsa memutuskan untuk kembali ke ruangan Bagas, tentu saja Bagas akan terlihat sangat senang jika melihat Salsa berada di hadapannya, selama dirinya sakit Salsa sangat perhatian dan begitu baik kepada Bagas.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN