Berharap Menjadi Kekasihnya

1007 Kata
Ketika wanita sudah sampai di rumahnya, Reza segera melihat ponselnya. "Ada satu pesan masuk dari Salsa, Sungguh Aku sama sekali tidak mendengar Ketika pesan ini datang." Reza merasa tidak nyaman ketika mendengar pesan itu masuk ke dalam ponselnya, namun dia tersenyum saat mendapat pesan dari Salsa. "Sungguh Salsa terlihat sangat perhatian kepada ku, namun aku tidak bisa mengendalikan rasa cemburu yang ada di hatiku," ucap Reza sambil tersenyum. Reza tidak mau menunggu lama untuk mengetahui isi pesan singkat yang dituliskan oleh Salsa, Reza segera membuka pesan tersebut sambil tersenyum. "Sungguh aku sangat penasaran dengan pesan yang dikirimkan oleh Salsa, aku sangat berharap jika ada sesuatu yang bisa membuatku tersenyum." Reza berharap jika Salsa bisa mengerti perasaan yang dirasakan, tentu saja ada rasa sangat khawatir ketika melihat ada satu pesan singkat yang belum dibaca. Reza tersenyum saat membaca pesan singkat dari Salsa, karena dirinya begitu bangga dengan sikap Salsa. "Tentu saja aku sangat senang, meskipun hari ini aku tidak jadi bertemu dengannya." Reza sebenarnya sangat cemburu melihat wanita yang sangat dicintainya, selalu menjadi rebutan pria lain. "Meskipun Bagas terlihat sangat tampan, tapi aku yakin aku bisa mendapatkan Salsa." Reza sangat tidak ingin jika sampai dirinya kalah, apalagi cintanya ditolak oleh wanita yang sangat dicintainya. "Jika sampai hal itu terjadi, tentu hatiku akan terasa sangat sakit sekali," ucap Salsa. Salsa sangat tidak ingin jika sampai dirinya merasa kecewa, melihat sikap pria yang ada di dekatnya, tentu saja akan memberikan masalah. "Jika aku terlalu bertanya kepada Reza, tentu Bagas akan semakin cemburu, apalagi saat keadaannya belum stabil, tentu rasa cemburu itu akan sangat besar terjadi di dalam hatinya." Salsa sangat tidak ingin jika sampai terjadi masalah, karena sudah menghubungi pria lainnya. "Aku harus bersembunyi saat menghubungi Reza, Aku tidak mau Bagas salah paham dengan sesuatu yang terjadi." Sebenarnya Salsa merasa sangat tidak nyaman ketika dirinya dicintai oleh beberapa pria, namun Salsa sama sekali tidak berharap jika memiliki hubungan lebih dari 1 pria. "Padahal aku hanya menganggap mereka sebagai teman dekatku, namun Mereka terlihat sangat mencintaiku." Salsa merasa sangat aneh ketika dirinya diperebutkan oleh tiga pria, sikapnya yang begitu biasa saja, tentu tidak ada hal yang menarik yang bisa dibanggakan. "Aku tidak secantik wanita lainnya, namun aku benar-benar sangat dingin ketika menghadapi tiga pria yang begitu sangat ingin menjadi kekasihku." Bagas yang melihat sikap Salsa terlihat sangat bingung, tentu saja membuat dirinya khawatir. "Salsa sebenarnya apa yang kamu pikirkan? Aku melihat sejak tadi kamu terlihat sangat bingung?" Bagas bertanya kepada Salsa untuk mengetahui sesuatu yang dirasakan oleh Salsa, Salsa tersenyum saat mendapat pertanyaan dari pria yang ada di hadapannya. "Aku sama sekali tidak merasa bingung, mungkin karena aku merasa sangat lelah, membuat tubuhku menjadi sedikit terlihat lelah." Salsa mencoba mencari alasan untuk membuat Bagas tidak khawatir, karena tidak ingin jika sampai Bagas terlihat sangat mengkhawatirkan dirinya. "Aku tidak percaya jika tidak ada sesuatu yang kamu pikirkan, aku melihat wajahmu begitu terlihat sangat bingung." Tentu saja bagasi tidak percaya dengan jawaban yang diberikan oleh Salsa, menatap wajah wanita yang ada di depannya tentu saja membuat Bagas sangat yakin jika Salsa sedang memikirkan sesuatu. "Sungguh Aku tidak percaya Jika kamu mengatakan itu semua, aku yakin dirimu pasti memiliki banyak masalah." "Sungguh Aku sama sekali tidak memiliki masalah, Aku tidak ingin jika kamu terlalu bertanya kepadaku." Salsa justru merasa sangat marah ketika Bagas mencoba mencari tahu sesuatu yang sedang dialami oleh Salsa. "Aku minta maaf, sungguh aku tidak bermaksud membuatmu merasa kesal," ucap Bagas sambil menatap wajah Salsa, terlihat sangat jelas jika Salsa sedang kesal kepada pria yang ada di hadapannya. "Sudahlah kamu tidak perlu membahas masalah ini, yang terpenting saat ini, aku baik-baik saja." Salsa tersenyum sambil menatap pria yang ada di hadapannya, karena tidak ingin jika terjadi perdebatan di antara mereka. "Aku minta maaf Jika kamu merasa terganggu dengan ucapanku, sungguh aku hanya mengkhawatirkan keadaanmu saja." Bagas memang sangat khawatir ketika melihat Salsa merasa bingung, karena cinta yang dimiliki oleh Bagas begitu sangat besar, tentu saja akan memberikan penilaian yang sangat berbeda. "Jika kamu mengetahui isi hatiku, tentu saja aku tidak bisa menceritakan dengan jujur, karena aku yakin cintaku belum tentu kamu terima." Bagas sama sekali tidak menyadari jika ucapannya membuat Salsa merasa kesal, raut wajah Salsa berubah terlihat sangat marah ketika mendengar ucapan Bagas. "Aku permisi dulu, karena aku sedang ada jadwal untuk bekerja," ucap Salsha sambil meninggalkan Bagas, Salsa tidak ingin jika dirinya terlihat marah saat berbicara dengan Bagas, tentu saja kata-kata Bagas sangat membuat Salsa kesal. "Kenapa pria yang hadir di dalam hidupku, selalu membuatku merasa kecewa, padahal aku sangat berharap jika hubungan ini tidak menjadi masalah." Hari ini Salsa sangat bingung ketika menghadapi pria yang ada di hadapannya, rasa kecewa bercampur dengan rasa iba sungguh membuat hati nuraninya tidak bisa marah. "Aku akan mencoba meredam emosi yang ada di dalam hatiku, Aku tidak mau jika kemarahan ini membuat Bagas merasa bingung," gumam Salsa. Bagas hanya bisa tersenyum saat melihat Salsa pergi meninggalkannya, meskipun terlihat sangat jelas jika dirinya merasa kecewa. "Sungguh aku sangat kecewa dengan sikap Salsa, padahal aku sangat berharap jika Salsa bisa mengetahui perasaan yang aku rasakan." Bagas tidak menyadari jika ucapannya membuat Salsa merasa kesal. "Terkadang sikap wanita memang benar-benar membingungkan, meskipun ada banyak pria yang mencoba untuk mendekatinya, namun dia sama sekali tidak bisa memberi keputusan untuk memilih satu pria untuk menjadi kekasihnya." Bagas sangat ingin jika hubungannya bisa berjalan dengan sangat jelas, melihat posisi hubungan yang terjadi saat ini, tentu sama sekali tidak ada kejelasan yang nyata. "Sudah berulang kali aku katakan, Aku tidak mau memiliki masalah yang besar, namun itu semua tidak seperti yang kita harapkan, banyak wanita hanya senang mempermainkan perasaan pria." Bagas menyadari jika perasaannya hanya membuat dirinya semakin merasa kesal, namun apalah daya semua itu harus dijalani dengan ikhlas. "Aku akan berusaha menerima semua kenyataan yang terjadi, meskipun aku sangat kesal dengan sikap Salsa, namun aku akan mencoba untuk bersabar." Bagas Hanya Ingin suatu saat Salsa mengerti perasaan yang dirasakan. "Sebenarnya mencintai wanita tidaklah sulit, namun aku juga heran, kenapa aku mencintai wanita yang sangat dicintai oleh pria lainnya, namun Salsa tidak pernah mau memilih salah satu diantara kita."
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN