Menatap dari jauh

1013 Kata
Menatap wajah Bagas membuat Salsa merasa sangat kasihan, karena tidak ada kerabat yang peduli dengan Bagas. "Sungguh kamu sangat kasihan, tidak ada satupun keluargamu yang peduli dengan keadaanmu," ucap Salsa sambil membelai kening Bagas. Bagas tiba-tiba membuka matanya, menatap wajah Salsa yang sedang memperhatikannya. Karena merasa aneh saat melihat Salsa meneteskan air matanya, tentu Bagas bertanya kepada Salsa. "Salsa, Kenapa kamu meneteskan air mata?" "Aku tidak meneteskan air mata," jawab Salsa sambil membersihkan air matanya. Bagas tersenyum ketika menatap wajah Salsa yang mencoba menyembunyikan semua masalah yang ada, tentu saja Bagas merasa jika dirinya mendapatkan perhatian lebih dari Salsa. "Aku sangat berterima kasih kepadamu, beberapa hari ini kamu sangat Setia menemaniku berada di ranjang rumah sakit ini, sungguh hatiku benar-benar bahagia." Bagas sangat bahagia melihat wanita yang ada di hadapannya, selalu memberikan perhatian yang lebih untuknya. "Sebagai seorang sahabat, sungguh aku tidak akan tega melihatmu merasakan ini semua, aku hanya berharap jika kamu bisa segera sembuh." "Sungguh sangat disayangkan, Jika kamu menganggap diriku sebagai seorang sahabat, padahal aku sangat ingin jika dirimu menganggap aku sebagai lebih dari teman." Bagas tidak ingin jika dirinya Hanya dianggap sebagai teman biasa, perjuangan untuk mendapatkan hati Salsha sangatlah sulit. Karena menganggap pembicaraan terasa sangat serius, membuat Salsa terlihat sangat tidak nyaman, Salsa tidak ingin jika sampai terjadi sesuatu pada hubungannya. "Bagas, Aku ingin pulang terlebih dahulu, Aku berharap jika kamu Segera sembuh," ucap Salsha sambil menatap wajah Bagas, sungguh Bagas merasa tidak nyaman ketika mendengar ucapan Salsa. "Apakah kamu marah dengan ucapanku?" "Aku tidak marah, Aku hanya ingin segera pulang dan beristirahat." Salsa segera bangkit dari duduknya dan beranjak pergi meninggalkan Bagas. "Sungguh kamu akan pergi meninggalkanku sendirian di sini?" Bagas sama sekali tidak ingin jika sampai Salsa pergi meninggalkannya, berharap jika wanita yang ada di dekatnya tetap berada di sisinya. "Aku minta maaf Bagas, sungguh aku benar-benar merasa lelah." Salsa segera pergi meninggalkan Bagas, saat itu juga Bagas menatap wajah Salsa yang pergi meninggalkannya. "Aku yakin jika Salsha marah denganku, mungkin ucapan yang aku katakan membuat Salsa merasa kecewa." Bagas hanya bisa menatap Salsa yang pergi meninggalkannya, meskipun hatinya sangat sulit menerima jika Salsa pergi begitu saja. "Sungguh Aku sangat ingin jika kamu mengetahui isi hatiku, Aku benar-benar tidak ingin melihat wanita yang ada di dekatku berpikir sesuatu yang buruk tentang diriku." Bagas merasa sangat bersalah dengan semua yang pernah dilakukan, meskipun hanya sekedar pertanyaan namun kata-kata itu membuat Salsa merasa sangat kesal. Salsa berjalan menuju ke ruangannya, kali ini Salsa sengaja tidak pulang ke apartemennya untuk sekedar beristirahat, karena memang Salsa sebentar lagi masuk kerja tentu hanya akan membuatnya lelah berada di jalan. Tidak sengaja Andika mengetahui jika Salsa kembali ke ruangannya, tentu saja Andika merasa sangat senang ketika wanita yang dicintainya masuk ke dalam ruangan. "Ini menjadi kesempatan ku untuk mendekati Salsa, Aku yakin dia tidak akan pernah bisa jauh dariku," ucap Andika dengan sangat percaya diri. Andika merasa jika dirinya berhak mendapatkan Salsa, mengingat keluarga Salsa yang sangat menyukai sikap Andika, tentu saja menjadi satu alasan untuk bisa terus mendekati Salsa. Sebelum masuk ke dalam ruangan, Andika sengaja menatap Salsa dari jendela, sambil memperhatikan Salsa yang sedang duduk di kursi kerjanya. "Sungguh terlihat sangat cantik, Aku benar-benar tidak menyangka Jika dia selalu menolak cintaku." Andika benar-benar merasa ragu ketika mendapat penolakan berulang kali dari Salsa, namun satu hal yang harus Andika perjuangkan. Ketika cinta tidak dapat memiliki, saat itu juga harus bersiap-siap untuk berjuang agar bisa mendapatkan wanita yang sangat dicintainya. Andika memang tidak akan patah semangat untuk bisa mendapatkan hati Salsa, meskipun berulang kali Salsa menolak cinta Andika, namun saat itu juga Andika berpikir jika dirinya bisa mendapatkan Hati Salsa. "Jika aku hanya diam dan menyaksikan Salsa bersama dengan pria lain tentu saja hatiku akan terasa sangat sakit, sebenarnya aku sangat takut saat harus menjauhi Salsa," ucap Andika. Rere dan Caca tidak sengaja memperhatikan Andika yang sedang termenung, mereka berdua terlihat sangat senang ketika melihat ada pria yang termenung. "Lihat sikap Andika, aku yakin pasti dia sedang memikirkan wanita yang dicintainya, Sungguh sangat menyedihkan." Caca memperhatikan gerak-gerik Andika, karena tidak suka dengan sikap Andika yang selama ini selalu bersikap sombong tentu saja membuat Caca ingin melakukan sesuatu. "Aku memiliki 1 ide, bagaimana jika kita menggodanya agar dia merasa semakin kesal." Rere Ternyata jauh lebih jahil daripada Caca, mereka sangat terkenal dengan sebutan geng wanita manja yang suka menggoda para pria. "Aku sangat setuju dengan ide yang kamu berikan, sungguh rasanya aku tidak sabar untuk membuat Andika merasa semakin kesal," jawab Caca. Mereka berdua segera berjalan menghampiri Andika, tentu saja dengan trik khusus agar Andika memperhatikan sikap mereka, Caca tidak sengaja menabrakkan tubuhnya tepat mengenai d**a Andika. Brak ... Suara dokumen yang dibawa Caca jatuh berhamburan, saat itu juga Caca menjatuhkan tubuhnya ke lantai agar mendapatkan simpati dari pria yang ada di depan matanya. "Apakah kamu terluka?" Andika bertanya kepada Caca, meskipun Andika sangat mengenal watak wanita yang ada di hadapannya, namun rasa tidak tega tentu membuat Andika merasa kasihan. "Aku tidak terluka, namun beberapa dokumen yang aku bawa jatuh berhamburan,' jawab saja sambil membereskan dokumen yang ada di lantai. Sebagai laki-laki yang gentle man tentu saja Andika tidak akan membiarkan hal itu terjadi begitu saja, Andika segera membereskan beberapa dokumen yang ada di lantai. "Aku akan membantumu, sungguh aku sangat tidak nyaman ketika melihat ada wanita yang bersusah payah membereskan berkas-berkas yang berjatuhan." Karena merasa sangat kesepian, tentu saja Andika ingin memperhatikan Caca agar bisa menghibur kesepiannya. "Aku sangat berterima kasih, sungguh aku tidak sengaja menabrak mu, mungkin karena kelelahan sehingga membuatku tidak fokus." Caca segera meminta maaf kepada Andika agar Andika tidak marah dengannya. "Aku sama sekali tidak marah, Aku justru merasa sangat bersalah karena tidak memperhatikan jika ada wanita yang berjalan di hadapanku.'' Andika mengakui jika dirinya memang tidak fokus saat berjalan, karena ada beberapa hal yang membuat Andika memikirkan sesuatu sampai dia tidak menyadari jika tubuhnya menabrak Caca. Caca tersenyum mendengar ucapan dari Andika, karena hal yang tidak sengaja justru membuatnya mendapat kesempatan yang berharga, meskipun ini bukanlah sesuatu yang menarik, namun membuatnya merasa sangat bahagia. "Sungguh aku benar-benar mendapatkan satu kesempatan yang sangat berharga," ucap Caca sambil tersenyum.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN