Menggoda wanita

1008 Kata
Karena melihat sikap Caca yang terlihat sangat manja tentu membuat Andika ingin menggodanya. "Setidaknya bisa untuk menghibur diriku yang kesepian, Sungguh Aku sangat lelah jika harus menunggu Salsa jatuh cinta kepadaku," gumam Andika sambil memperhatikan wajah wanita yang ada di hadapannya. "Maaf, Apakah wajahku terlihat sangat jelek, sejak tadi anda selalu menatap wajahku," ucap Caca sambil tersenyum. "Sungguh Aku sangat terpesona dengan kecantikan mu, meskipun beberapa tahun kita bekerja di satu rumah sakit yang sama, baru kali ini aku melihat kecantikan wajahmu terpancar menyinari hatiku," ucap Andika sambil menggoda Caca. Tentu saja Caca tersenyum mendengar ucapan dari Andika, melihat seorang dokter yang bersikap sombong, bisa memberikan kata-kata yang manis tentu saja membuat Caca merasa sangat bahagia, ini adalah pertama kalinya dia mendapatkan rayuan manis dari seorang dokter. "Aku hanya biasa-biasa saja, mungkin masih banyak wanita yang terlihat cantik saat di pandang, sungguh wajahku tidak secantik mereka." Caca merasa tidak nyaman jika mendapatkan pujian di depan sahabatnya, tentu saja Rere akan terlihat sangat marah jika menatap Caca. "Apakah nanti sore kamu tidak memiliki kesibukan?" Andika sangat ingin bersenang-senang bersama wanita cantik. "Kebetulan hari ini aku tidak ada jadwal lembur, mungkin aku bisa lebih cepat pulang." Sungguh terlihat sangat bahagia ketika mendapati seorang pria yang bersikap sangat manis di hadapannya, tentu saja hal itu benar-benar membuat dirinya semakin merasa bangga. "Baiklah, Aku sangat ingin mengajakmu pergi ke suatu tempat, mungkin untuk menebus semua kesalahan yang pernah aku buat." Andika mencoba untuk mengajak wanita yang ada di hadapannya pergi ke suatu tempat, tentu saja sahabat Caca terlihat sangat kesal ketika mendengar ucapan Andhika. "Kenapa Caca justru mendapatkan perhatian dari Andika, sejak tadi aku sangat kesal ketika melihat Caca bersikap sangat manja,'' gumam Rere, Rere terlihat sangat tidak suka ketika sahabatnya bersikap sangat manja, tentu saja hal itu merasa jika Caca jauh lebih cantik. "Sungguh aku sangat bahagia jika mendapat tawaran untuk bisa pergi bersama," jawab Caca. Rere sangat terkejut mendengar jawaban dari sahabatnya, menatap wajah sahabatnya yang terlihat sangat bahagia tentu membuat Rere semakin kesal. "Jika sudah seperti ini, tentu saja akan mencoba melupakan ku sebagai sahabatnya," gumam Rere. "Baiklah jika kamu setuju dengan tawaranku, aku akan menghubungimu setelah kita pulang kerja," ucap Andika sambil tersenyum memandangi wajah wanita yang ada di depannya. "Sungguh benar-benar membuatku merasa bahagia, ini adalah pertama kalinya aku mendapatkan tawaran untuk bisa bersama menikmati keindahan sore hari bersama dokter." Caca memang terlihat sangat bahagia, bisa pergi bersama pria yang sangat tampan di rumah sakit. Tanpa disadari saat mereka sedang mengobrol bersama, Salsa tidak sengaja lewat tepat di hadapan Andika, tentu saja Salsa merasa tidak suka melihat sikap Andika yang Mencoba memperhatikan wanita lain, meskipun berulang kali Salsa menolak cinta Andika, namun hatinya benar-benar merasa tidak percaya jika Andika sudah bisa melupakannya. "Kenapa hatiku tiba-tiba terasa sakit, Sungguh Aku benar-benar tidak tahu mengapa aku bisa merasa sakit hati." Salsa sangat heran ketika melihat Andika bersama dengan wanita lain, saat itu juga hatinya merasa sangat sakit, sungguh tidak bisa dipercaya jika dirinya memiliki rasa cemburu yang begitu besar. "Sebenarnya aku tidak ingin jika memiliki rasa cemburu, berbagai cara harus aku lakukan agar aku bisa melupakan pria yang ada di hadapanku." Salsa tidak ingin jika dirinya semakin cemburu dengan pria yang sama sekali tidak dicintainya, menatap wajah Caca yang berusaha untuk mendapatkan perhatian dari Andika tentu membuatnya merasa sangat kesal. "Apakah tidak ada cara lain untuk bisa mendapatkan perhatian dari seorang pria, Sungguh Aku sama sekali tidak suka jika ada wanita yang bersikap seperti itu." Salsa tidak menyadari jika dirinya merasa cemburu, Karena rasa egois tentu saja membuat Salsa merasa jika dirinya harus bisa mendapatkan pria yang jauh lebih baik dari Andhika. "Masih banyak pria yang ingin mendapatkan cintaku, jika hanya Andika saja yang menjauh dariku tentu tidak akan membuatku merasa sepi." Salsa tidak ingin memikirkan kembali Andika, Salsa segera berjalan pergi meninggalkan Andika, saat itu juga Salsa merasa sangat khawatir dengan keadaan Mama. Beberapa hari yang lalu Mama mencoba memberi kabar kepada Salsa untuk pergi ke tempat Salsa bekerja, namun sampai hari ini juga mama tidak memberikan kabar kepada Salsa, tentu saja merasa sangat khawatir dengan keadaan Mama. Salsa segera berjalan menuju ke ruangannya, tentu saja untuk bisa mencari tahu kabar Mama. "Sebaiknya aku segera menelpon mama untuk mengetahui bagaimana keadaan Mama, sungguh aku sangat menghawatirkan jika sampai terjadi sesuatu pada mama," ucap Salsa sambil duduk di ruangannya, Salsa segera mengambil ponsel dari saku jasnya. Menunggu beberapa detik sampai panggilannya mendapat jawaban dari mama, tentu saja hati Salsha semakin gelisah saat Mama tidak segera mengangkat ponselnya. "Kenapa Mama tidak mengangkat panggilan telepon dariku? Aku benar-benar merasa jika ada sesuatu yang terjadi pada mama?" Salsa sangat mengkhawatirkan keadaan Mama, karena beberapa hari ini Mama terlihat sangat sibuk sampai tidak pernah menelepon Salsa. Salsa terdiam sambil menatap foto mama di ponselnya, hati seorang anak akan sangat menghawatirkan keadaan orang tuanya jika tidak mendapatkan kabar baik. "Ayolah Ma angkat teleponnya, sejak tadi aku mau nunggu mama untuk mengangkat panggilannya," ucap Salsha diiringi dengan ekspresi wajah yang sangat khawatir. Berulang kali panggilan tidak bisa mendapatkan jawaban dari mama, tentu saja Salsa semakin mengkhawatirkan keadaan Mama. "Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa berulang kali aku mencoba menelpon mama, namun tidak juga ada jawaban." Tidak biasanya Mama meninggalkan ponselnya jauh darinya, Mama terbiasa memegang ponselnya dan tidak meninggalkan jauh darinya. "Apakah karena Mama marah?" Salsa sangat menghawatirkan jika sampai Mama marah dengannya, mengingat kondisi kesehatan Mama yang sangat sering turun tentu membuat Salsa takut jika sampai terjadi sesuatu pada mama. "Aku akan mencoba menelepon papa, sungguh aku benar-benar merasa sangat khawatir jika sampai terjadi sesuatu pada mama," ucap Salsa sambil segera mengalihkan panggilan ke ponsel papa, tentu saja terlihat sangat jelas wajahnya terlihat sangat ketakutan. "Ayolah Pa angkat panggilan ini, sejak tadi Aku mengharapkan jika Papa segera mengangkat panggilan ini, Namun ternyata Papa tidak juga mengangkat panggilan ini." Salsa benar-benar mengkhawatirkan keadaan orang tuanya, meskipun orang tuanya terlihat sangat santai menyikapi masalah yang ada, Tapi itu semua tidak bisa membuat Salsa merasa tenang, Salsa mencoba dan terus mencoba agar panggilan telepon nya bisa mendapatkan jawaban dari Papa "Kenapa tidak juga ada jawaban dari ponsel Papa.''
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN