Salsa sangat khawatir ketika melihat Papa tidak juga mengangkat panggilan teleponnya, Salsa Mencoba untuk bisa tenang meskipun keadaan sangat membuatnya khawatir.
"Aku harus tetap bersabar, aku yakin pasti tidak ada sesuatu yang terjadi," ucap Salsha.
Salsha berulang kali mencoba untuk menghubungi kedua orang tuanya, namun sama sekali tidak ada jawaban dari ponsel orang tuanya.
Salsa sangat ingin mengetahui kabar ibunya, perasaan khawatir benar-benar terlihat dalam wajah Salsa.
"Apakah aku harus bertanya kepada Andika, agar dia mau membantu masalah yang sedang aku rasakan." Salsa mulai mencoba untuk meminta bantuan kepada Andika, meskipun merasa sangat malu namun hal itu harus dilakukan agar bisa mendapatkan kabar dari orang tuanya.
"Andika pasti mengetahui keadaan orang tuaku, selama ini Andika sangat sering menelepon Mama, bahkan mereka jauh lebih dekat." Salsa menyadari jika Andika sangat dekat dengan Mama, namun hati Salsha memang tidak bisa untuk mencintai Andika, meskipun mereka sangat dekat.
Salsa berjalan menuju ke ruangan Andika, karena ingin bertanya sesuatu kepada Andika, saat tiba di dekat ruangan Andika, Salsa merasa sangat kesal melihat sikap Andika yang mencoba menggoda Caca.
"Sejak tadi mereka belum juga selesai berbicara, sungguh aku benar-benar tidak suka dengan sikap wanita yang menggoda pria." Salsa tidak menyadari jika dirinya memiliki rasa cemburu kepada Andhika, meskipun berusaha untuk tidak menunjukkan rasa cemburu, namun hati Salsa tidak bisa berbohong.
"Jika menatap wanita yang bersifat seperti itu, aku bisa bisa naik darah." Salsa mencoba berdiri di samping Andika, agar Andika menyadari jika dirinya menemui Andika.
Namun Andika sama sekali tidak mengetahui jika Salsa ada di dekatnya, Andika justru menggoda Caca agar bisa mendapatkan perhatian.
"Wajahmu memang terlihat sangat cantik, aku baru pertama kali ini melihat ada wanita yang sangat mempesona," ucap Andika sambil menatap wajah Caca.
Tentu saja Caca semakin bersemangat untuk membuat Andika semakin masuk dalam perangkatnya, Apalagi kata sangat tidak suka dengan sikap Salsa, tentu kedekatannya dengan Andika menjadi salah satu cara untuk bisa membuat Salsa semakin kesal.
"Aku benar-benar tidak menyangka, kamu memang terlihat sangat tampan, bahkan di antara para lelaki yang hadir di dalam hatiku."
Salsa sangat kesal mendengar jawaban dari Caca, wanita yang dianggap sebagai pembuat masalah tentu saja membuat Salsa sangat ingin menegur sikap Andika.
"Sungguh mereka tidak memiliki perasaan, atau jika aku berdiri di sini menatap wajahnya, namun mereka justru terlihat sangat santai ketika aku terlihat sangat marah." Kemarahan yang dimiliki oleh Salsa terlihat sangat percuma, sikap yang dilakukan oleh salsa tidak membuat masalah menjadi selesai.
"Berulang kali aku mencoba untuk bisa bertahan saat berada di samping Andika, melihat sikapnya yang sangat ceroboh buat hatiku merasa semakin kesal."
Salsa terlihat sangat kesal dengan sikap Andika, namun dirinya tidak ingin jika sampai terjadi perdebatan di antaranya.
Andika melihat ke arah belakang saat itu juga, Andika terlihat sangat terkejut ketika melihat ada Salsa berada di belakangnya.
"Salsa," ucap Andika sambil menatap wajah Salsa, tentu saja Salsa terlihat sangat bahagia saat melihat pria yang ada di depannya merasa kebingungan.
''iya, Aku sejak tapi berada di belakang mu," jawab Salsa sambil tersenyum. Wajah Andika tiba-tiba terlihat sangat malu ketika mendengar jawaban dari Salsa.
"Kenapa kamu tidak memanggilku sejak tadi?" Andika tidak ingin jika sampai terjadi salah paham diantara Salsa dengannya.
Salsa mencoba mendekati Andika sambil tersenyum, menganggap jika ini adalah sesuatu hal yang sudah biasa dilakukan oleh pria.
"Sungguh aku sangat salut dengan sikapmu, kamu berani menggoda para wanita yang mencoba mendekatimu." Salsa tersenyum, namun semuanya justru membuat Andika merasa sangat tidak nyaman.
"Sebenarnya aku hanya bercanda saat berbicara dengan Caca, Aku berharap jika kamu tidak salah paham." Andika tidak ingin jika sampai terjadi salah paham dalam hubungannya, namun Salsa justru menggelengkan kepalanya.
"Selama ini kita tidak memiliki hubungan yang spesial, kenapa kamu harus panik saat melihatku ada di dekatmu?"
"Aku hanya ingin kamu tahu, jika semua yang kamu lihat itu tidak benar." Andika berusaha untuk membuat Salsa percaya dengan ucapannya.
"Sudah Andika tidak perlu kamu menjelaskan, aku sudah biasa melihat pria yang bersikap manis saat berada di depan wanita, hal itu sudah biasa." Salsa tidak ingin mendengarkan penjelasan dari Andika, karena kebiasaan buruk seorang pria, sudah sangat diketahui oleh Salsa.
Caca yang melihat perdebatan diantara Andika dengan Salsa, tentu saja merasa tidak nyaman, Caca segera berjalan meninggalkan Andika sambil menggeret tangan sahabatnya.
"Ayo sebaiknya kita pergi saja," ucap Caca. Rere justru sangat ingin mendengarkan perdebatan yang terjadi diantara Salsa dan Andhika.
"Sebentar, Aku ingin mendengar perdebatan yang terjadi di antara mereka." Dengan sangat santai Rere menjawab ucapan Caca.
"Hei kamu kira aku bercanda, aku benar-benar tidak bercanda." Caca segera berjalan meninggalkan sahabatnya, Rere yang melihat Caca sudah pergi meninggalkannya, tentu saja tidak ingin jika sampai Salsa melihat tingkahnya.
"Kenapa kamu tiba-tiba meninggalkanku, padahal sejak tadi aku sudah menemani mu mengobrol dengan Andika?" Rere terlihat sangat kesal dengan sikap sahabatnya, namun Caca justru tersenyum saat melihat sahabatnya terlihat sangat kesal.
"Aku hanya tidak suka jika melihat kamu mencoba mendengarkan perdebatan orang lain."
"Caca, itu adalah berita terbaru yang harus diketahui." Rere memang sangat hobi mencari gosip yang terjadi di tempat kerjanya.
"Terserahlah apa yang ingin kamu ketahui, tapi aku sangat malu jika mereka mengetahui isi kepalamu." Caca berbicara sedikit agak kasar, agar sahabat bisa mengerti apa yang Caca inginkan.
"Baiklah aku akan diam, Aku tidak mau jika terus berdebat dengan mu." Rere pergi meninggalkan Caca, karena tidak ingin jika dirinya merasa sangat malu dengan sahabatnya yang selalu menasehati.
"Kamu kenapa Re?" Caca berhenti sambil menatap wajah sahabatnya, namun karena merasa sangat kesal, tentu saja Rere tidak mau mendengar panggilan dari sahabatnya.
"Kamu memang sudah terbiasa bersikap seperti itu, aku sangat heran dengan sikapmu selama ini." Caca mencoba mengikuti langkah kaki Rere.
"Kenapa kamu berjalan di belakangku?" Rere terlihat sangat kesal ketika melihat sahabatnya mengikuti langkah kakinya.
"Aku adalah sahabat mu, Aku tidak ingin jika kamu terlihat sangat kesal." Caca mencoba memberikan kenyamanan kepada sahabatnya, meskipun sahabatnya terlihat kesal.
"Ah Caca, ini bukanlah hal yang biasa kamu lakukan." Rere tidak ingin jika Caca bersikap perhatian dengannya, mungkin karena sikap Caca selama ini yang baik, tentu saja tidak ingin jika sampai terjadi perdebatan.
"Aku sangat senang jika melihatmu merasa kesal," ucap Caca sambil tersenyum.
.