Salsa mulai merasa malu ketika berhadapan dengan Andika, karena saat itu juga hanya ada dia dan Andhika.
"Jika aku tetap disini, aku akan semakin malu," ucap Salsa sambil berencana untuk meninggalkan Andika.
Saat Andika berbicara kepada Salsa, tentu saja Salsa tidak mau mendengarkan ucapan Andika.
"Kenapa kamu pergi?" Andika terlihat sangat kesal ketika melihat sikap Salsa yang tidak bisa menghargai dirinya.
"Maaf Andika, sepertinya aku sudah salah bertanya kepada mu?" Salsa mencoba menghindari Andika, namun Andika segera membawa Salsa menuju ke dinding ruangan kosong.
"Kamu mau apa?" Salsa terlihat sangat terkejut dengan sikap Andika, namun tanpa disadari Andika justru ingin memberikan sebuah sentuhan hangat di bibir Salsa.
Sebuah kecupan hangat dan liar tidak bisa Salsa hindari, terlihat sangat cepat menguasai bibirnya.
"Andika, Apa yang kamu lakukan padaku?" Salsa merasa begitu heran ketika Andika bersikap seperti itu.
"Ini adalah hukuman untuk wanita yang sudah mempermainkan perasaan pria." Salsa tidak menyangka jika Andika berani berbuat seperti itu, tentu saja Salsa mulai merasakan kenikmatan meskipun diiringi rasa malu.
"Andika Kamu benar-benar terlihat sangat membuatku merasakan keindahan dunia."
Andika sedikit tersenyum ketika melihat Salsa yang tidak bisa menahan serangannya, meskipun mereka berada di ruangan yang kosong, tentu saja tempat itu biasa dilewati oleh beberapa petugas rumah sakit.
Tania tidak sengaja melintasi ruangan tempat mereka sedang menikmati keindahan dunia, saat itu juga Tania menghentikan langkahnya, karena sangat ingin mengetahui sesuatu yang terjadi.
"Sungguh mereka sangat benar-benar gila, Kenapa bisa melakukan di tempat seperti itu?" Tania merasa sangat jijik ketika Andika mulai melakukan serangan.
"Ini tidak bisa dibiarkan, jika Mereka terlihat seperti itu di tempat ini, tentu saja akan membuat gosip terbaru di rumah sakit." Karena tidak ingin jika sampai terjadi sesuatu yang membuat mereka semakin malu, Tania segera menggedor pintu ruangan tersebut.
"Hei sedang apa kalian disitu," ucap Tania tidak suka ketika melihat Andika dengan Salsa sedang bermesraan.
Andika segera melepaskan Salsa, tentu saja Salsa terlihat sangat malu ketika ada yang mengetahui.
"Jika kalian sudah tidak tahan, masih banyak tempat yang lain." Tania segera meninggalkan mereka, saat itu juga Salsa terlihat sangat kesal dengan Andika.
"Ini semua adalah salahmu, Jika kamu tidak bersikap liar, tentu saja tidak akan ada orang yang mengetahuinya." Salsa segera berjalan meninggalkan Andika, saat itu juga wajahnya terlihat sangat malu.
"Salsa tunggu." Andika segera berlari menghampiri Salsa.
"Apakah kamu tidak malu jika membiarkan hubungan ini hanya menjadi sekedar teman?"
"Kenapa aku harus malu, aku juga tidak merasa nyaman ketika menjadi kekasihmu." Salsa menatap Andika.
"Ketahuilah Salsa, seorang wanita akan terlihat sangat murahan ketika ada yang mengetahui jika dirinya sudah pernah bersenang-senang dengan seorang pria." Andika mencoba memberikan Salsa pengertian agar Salsa bisa memahami apa maksudnya.
"Lalu apa yang kamu inginkan?" Tentu saja Salsa terlihat sangat kesal saat berhadapan dengan Andika.
"Aku hanya ingin kamu tahu, Jika aku ingin menikmati sesuatu yang ada di bibirmu." Andika justru menggoda Salsa, melihat saat Sasa menikmati sebuah sentuhan yang diberikan oleh Andika, tentu saja hal itu sangat membuat Andika merasa terkesan.
"Kamu memang benar-benar menjadi pria sangat liar, sungguh aku tidak menyukai Jika kamu bersikap seperti itu." Salsa segera berjalan meninggalkan Andika, tentu saja Andika terlihat sangat bahagia ketika dirinya sudah bisa membuat Salsa merasa malu.
"Mungkin sekarang kamu bisa bersikap seperti itu, tapi kamu tidak menyadari suatu saat pasti kamu akan mengharapkan menjadi kekasihku." Karena sudah bisa membuat Salsa menikmati sebuah keindahan dunia bersama dirinya tentu saja Andika sudah tidak ingin jika dirinya harus malu di hadapan Salsa.
"Sungguh sangat memalukan, kenapa aku bisa menikmati semua yang dilakukan oleh Andika." Salsa terlihat sangat kesal ketika mengingat sesuatu yang terjadi pada dirinya, sungguh hal itu benar-benar membuatnya merasa sangat malu.
Apalagi Tania yang menatap wajah Salsa dengan senyuman, tentu saja Salsa merasa jika dirinya menjadi terhina.
"Kenapa Tania menatapku seperti itu?" Salsa tidak ingin jika melihat Tania tersenyum, karena membuat Salsa merasa jika Tania sedang mengejeknya.
Salsa mencoba tidak menghiraukan Tania, agar tidak terjadi perdebatan di antara mereka, saat itu juga dan ia menyadari jika Salsa terlihat sangat kesal.
"Aku yakin Salsa pasti malu," ucap Tania saat melihat Salsa pergi meninggalkannya.
"Jika aku tidak menegurnya tentu dia akan semakin malu, aku yakin pasti akan banyak orang yang mengetahuinya." Tania hanya tidak ingin jika sampai terdengar rumor yang tidak baik di tempatnya bekerja, meskipun Tania tidak menyukai sikap Salsa tapi Tania masih memiliki perasaan.
"Sungguh tidak bisa dibayangkan jika sampai Salsa merasa malu ketika ada banyak orang yang mengetahui."
Andika segera mengejar Tania, tentu saja karena takut jika sampai Tania berbicara kepada orang lain.
"Tania," panggil Andika sambil berlari mengejar Tania, saat itu juga Tania berhenti menunggu Andika datang.
"Ada apa?" Tania bertanya kepada Andika, Andika tersenyum saat mendengarkan Tania bertanya kepadanya.
"Aku hanya ingin memastikan Jika kamu tidak akan berbicara kepada orang lain."
Tania tersenyum saat Andika berkata seperti itu, meskipun terlihat kekesalan di wajahnya karena sudah tidak sopan.
"Apakah kamu takut jika ada orang yang mengetahuinya?"
Tania sengaja bertanya kepada Andika seperti itu, karena ingin mengetahui jawaban yang dikatakan oleh Andika.
"Aku sama sekali tidak takut, Aku hanya tidak ingin jika Salsa terlihat sangat malu saat ada banyak orang yang membicarakan keburukannya." Andika mencoba menjelaskan kepada Tania agar Tania dapat memahami tujuan Andika.
"Oh kamu takut jika sampai Salsa terlihat malu saat banyak orang yang mendengarnya?"
"Aku hanya ingin menjaga privasi, aku takut jika sampai nama baik Salsa menjadi buruk."
"Yah mungkin saja aku bisa menjaga rahasia kalian, meskipun aku sendiri tidak yakin untuk bisa merahasiakan hal ini." Tania justru tidak ingin merahasiakan sesuatu yang sedang terjadi, tentu saja Andika terlihat sangat kesal ketika mendengar jawaban dari Tania, merasa jika dirinya tidak mendapatkan perlakuan yang baik, tentu saja hal itu sangat memalukan.
"Aku mohon kepadamu, Aku berharap jika kamu bisa menjaga setiap ucapan yang kamu katakan, aku yakin kamu pasti bisa menjaga rahasia ini."
Andika merasa sangat kesal ketika mendengar jawaban dari Tania, wanita yang terlihat sangat polos Ternyata jauh lebih sulit untuk bisa dipahami sikapnya.
"Kamu berani berbuat seperti itu, kamu harus bertanggung jawab atas semua kesalahan yang kamu lakukan." Tania hanya ingin Jika setiap lelaki yang bersikap tidak baik kepada wanita mau bertanggung jawab atas semua kesalahan yang dilakukan.
"Aku sudah mengajak Salsa untuk menikah, namun Salsa terlihat sangat sulit untuk bisa menerima pernikahan itu." Andika memang sangat bingung menghadapi sikap Salsa, berulang kali Andika sudah berbicara kepada Salsa, namun sifat egois Salsa membuat dirinya tidak bisa mendengar ucapan Andika.
"Sungguh sangat disayangkan jika hubungan kalian hanya sebatas permainan saja, Aku berharap jika kamu bisa menjadi pria yang dapat bertanggung jawab atas kesalahan yang kamu buat." Tania segera berjalan meninggalkan Andika, saat itu juga Andika merasa sangat kesal ketika Tania berperilaku seperti itu.
"Sungguh Tania merasa jika dirinya sudah baik, aku sangat heran kenapa wanita selalu bersikap benar saat berdebat."
Beberapa kali berdebat dengan seorang wanita tentu saja membuat Andika bisa memahami setiap perilaku yang dilakukan oleh wanita, mungkin karena wanita sangat ingin terlihat lebih dimengerti.
"Aku lelah jika harus menghadapi sikapnya, berulang kali aku harus mengalah saat berhadapan dengan wanita." Andika memang harus mengalah ketika dirinya berdebat dengan wanita, mungkin karena sikap egois wanita yang selalu membuatnya harus mengalah.
"Biarkan saja mereka berbicara seperti apa, aku memang harus mengalah saat berdebat dengan wanita." Andika melanjutkan perjalanannya menuju ke ruangannya, karena tidak ingin jika terlihat kusam di depan pasien.
"Aku harus merapikan pakaianku yang tadi sempat ditarik oleh Salsa." Tentu saja yang terlihat sangat tidak rapi membuat suatu kebahagiaan untuk Andika, karena baru pertama kalinya ada wanita yang menggoda nya.
"Aku tidak menyangka jika Salsa bisa menikmati hal itu semua." Ketika mengingat sikap Salsa yang menikmati setiap serangan yang dilakukan olehnya tentu saja menjadi momen yang sangat berharga.