Reza mulai membaca Biodata tentang Salsa, Reza mulai terdiam saat melihat tanggal lahir Salsa.
"Besok adalah hari ulang tahun Salsa," ucap Reza sambil tersenyum.
"Baiklah aku akan memberikan kejutan untuk Salsa, Aku tidak mau jika sampai ada pria lain yang bersikap romantis kepada Salsa." Andika berharap jika dirinya bisa mendapatkan cinta dari Salsa, mengingat seorang wanita yang sangat cantik tentu saja Reza sangat ingin bisa menjadi kekasih Salsa.
Andika segera menghidupkan alarm untuk bisa memberikan kejutan tepat di pukul 00.00 am, berharap jika Salsa akan sangat menyukai kejutan yang diberikan oleh Reza.
"Setelah mengucapkan selamat ulang tahun, besok aku akan memberikan kejutan yang lebih spesial lagi."
Berbagai cara dilakukan agar Salsa bisa tersenyum, mengingat saingan terberatnya yang sangat menyayangi Salsa tentu saja Reza akan sangat sulit untuk mendapatkan hati Salsha.
"Aku tidak akan membiarkan jika Salsa menjadi kekasih Bagas."
Reza tersenyum sambil mengingat wajah Salsa, tentu saja kecantikan selsa terlihat sangat indah di mata Reza.
"Wajar saja jika banyak pria yang ingin menjadi kekasih Salsa, selain Dia terlihat cantik, Salsa juga sangat baik."
Karena tidak ingin sampai terlewatkan momen spesial saat Salsa ulang tahun, Reza segera tidur.
Alarm Reza berbunyi tepat pukul 00.00 saat itu juga Reza segera terbangun dan menelepon Salsa.
Berulang kali Reza selalu mencoba untuk menelpon Salsa, namun panggilan Bagas tidak bisa mendapatkan jawaban.
"Mungkin Salsa sedang tertidur, sampai saat ini juga dia belum mengangkat panggilan teleponnya." Bagas mulai terlihat sangat kesal ketika Salsa tidak mau mengangkat panggilan teleponnya.
Bagas segera mengetikkan pesan agar Salsa bisa membaca pesannya.
Selamat Ulang Tahun Salsa, Aku Selalu berdoa, semoga kamu selalu mendapatkan keberkahan dalam umurmu.
Bagas tidak bisa berkata banyak, mengingat dirinya sebagai polisi Tentu saja tidak akan bisa bersikap romantis seperti pria yang lainnya.
"Aku terlihat sangat kaku ketika berbicara dengan Salsa, apakah mungkin karena aku terbiasa bersikap tegas, sehingga ketika menghadapi seorang wanita yang cantik, aku tetap bersikap sangat tegas." Mulai tidak percaya diri ketika mengingat kata-kata yang diucapkannya, seharusnya Bagas bisa jauh lebih bisa mengirimkan kata-kata yang indah.
"Kenapa aku tadi tidak merangkai puisi untuk aku berikan kepada Salsa, mungkin saja Salsa akan sangat menyukai jika aku mengirimkan kata-kata yang sangat indah."
Reza terdiam sambil membayangkan jika Salsa bisa menjadi kekasihnya, tentu saja Reza akan sangat bahagia jika bisa mendapatkan Hati Salsa.
"Semakin sulit untuk bisa mendapatkan cinta Salsa, saat itu juga aku aku jauh lebih bersemangat untuk bisa menjadi belahan Hati Salsa." Bagas hanya bisa berharap jika dirinya bisa menjadi kekasih Salsa, tentu saja semua itu tidaklah mudah, bahkan Andika yang sudah lama mengenal Salsa, merasa sangat kesulitan untuk bisa mendapatkan Hati Salsa.
"Ternyata Salsa jauh lebih bisa memilih pria yang pantas untuk menjadi kekasihnya, aku rasa mungkin karena dia tidak ingin mendapatkan laki-laki yang hanya mempermainkan perasaannya saja."
Saat Reza memikirkan Salsa, tiba-tiba Salsa menelepon Reza, Salsa takut jika sampai ada sesuatu yang terjadi pada Reza, karena tidak biasanya Reza menelepon tengah malam.
"Tumben Reza meneleponku tengah malam," ucap Salsha sambil segera menelepon Reza.
"Hai Reza, Apakah ada sesuatu yang sangat penting yang ingin kamu sampaikan kepadaku?" Salsa bertanya kepada Reza.
Tentu saja Reza sangat senang ketika Salsa menelepon dirinya, mengingat seorang wanita yang sangat cantik, tentu saja Reza sangat bersemangat.
"Aku hanya ingin mengatakan sesuatu di hari bahagiamu," ucap Reza sambil tersenyum.
Salsa merasa sangat aneh ketika Reza berkata seperti itu, karena Salsa berpikir jika tidak ada sesuatu yang spesial di hari ini.
"Ada apa Reza? Aku sama sekali tidak mengetahui, apa yang kamu katakan."
Salsa mencoba bertanya kepada Reza untuk bisa mendapatkan penjelasan dari Reza, tentu saja Reza semakin bersemangat untuk berbicara kepada Salsa.
"Di hari yang sangat indah ini, bertambahnya usiamu, Tentu saja aku selalu berdoa agar kamu bisa mendapatkan kebahagiaan, kesuksesan, keberkahan dan yang terpenting adalah mendapatkan jodoh yang sangat menyayangi dirimu." Salsa justru terdiam saat mendengar ucapan Reza.
"Kenapa kamu terdiam?" Reza merasa sangat aneh ketika Salsa bertanya kepadanya seperti itu.
"Aku hanya merasa sedikit aneh, padahal hari ini sama sekali tidak ada yang spesial dalam hidupku." Salsa segera memberitahu Reza sesuatu yang terjadi padanya.
Reza sangat bingung ketika mendengar Salsa berkata seperti itu, ada sedikit malu karena sudah salah berbicara.
"Apakah ini bukanlah hari ulang tahun mu?" Reza segera bertanya kepada Salsa, tentu saja Salsa tersenyum saat mendengar ucapan Reza.
"Hari ini bukanlah hari ulang tahunku, Aku justru merasa sangat aneh ketika kamu mengucapkan selamat ulang tahun, Aku sama sekali tidak merasa jika hari ini usiaku bertambah." Salsha tersenyum sambil berbicara kepada Reza, saat itu juga raut wajah Reza terlihat sangat malu.
"Maafkan aku Salsa, ternyata aku sudah salah." Reza segera mematikan ponselnya, karena tidak ingin jika dirinya malu saat berbicara kepada Salsa, Salsa justru merasa sangat aneh ketika Reza tiba-tiba mematikan panggilan teleponnya.
"Tidak biasanya Reza bersikap seperti ini, tidak biasanya Reza bersikap seperti ini, Apakah mungkin karena dia malu saat berbicara kepadaku?" Tentu saja Salsa merasa sangat tidak nyaman ketika melihat sikap Reza yang menunjukkan rasa bersalah.
"Aku harus bersabar menghadapi Reza, mungkin kali ini Dia terlihat sangat malu saat ingin menjadi orang yang pertama mengucapkan kata-kata ulang tahun." Mulai menghargai ucapan Reza yang sangat penting, namun Salsa tidak tahu bagaimana caranya untuk bisa membuat Reza agar tidak marah lagi.
"Apakah mungkin aku harus menelepon Reza?" Salsa sangat ingin jika dirinya menelepon Reza, berharap jika Reza bisa bersikap baik kepadanya.
"Ya mungkin hanya kata maaf yang bisa aku ucapkan untuk Reza."
Salsa segera menelepon kembali Reza, Namun karena tidak tahu harus bersikap apa, Reza segera mematikan ponselnya.
"Yah mungkin yang terbaik aku tidak usah menelepon Salsa, sungguh sangat malu jika mendengar ucapan Salsa."
Reza segera memejamkan matanya, berharap jika rasa malu itu bisa menghilang, namun Salsa segera menelepon Reza.
Reza melihat ponselnya, saat itu juga Reza sangat terkejut ketika Salsa menelepon Reza.
"Baru pertama kali ini Aku mendapatkan panggilan dari seorang wanita yang bisa membuat diriku merasa malu." Reza terdiam sambil mencoba mengangkat panggilan Salsa.
"Hai Salsa," ucap Reza sambil sedikit rasa malu.
"Reza, aku minta maaf," ucap Salsa dengan nada yang sangat bahagia.
"Salsa, aku yang salah, kenapa kamu berkata seperti itu?"
Reza justru merasa tidak nyaman ketika mendengar ucapan Salsa, rasa bersalah yang selama ini Reza rasakan tentu membuat Salsa tidak nyaman.
"Aku yang sudah salah, memasang biodata di sosial media." Salsa ternyata menyadari jika dirinya yang sudah memberikan informasi yang salah mengenai data pribadi dirinya.
"Ya sudahlah kita tidak usah membahas masalah itu, lebih baik kita membahas hal yang lebih penting." Reza mencoba mengajak Salsa berbicara sesuatu yang berbeda.
"Maaf Reza, Aku sangat lelah, mungkin besok setelah pulang kerja kita dapat berbincang bersama." Salsa tidak ingin jika mengobrol sesuatu yang tidak penting, mengingat jika dirinya harus beristirahat agar terlihat lebih fresh saat pagi hari.
"Selamat tidur Sayang, semoga kamu mimpi indah."
"Sayang?" Salsa sangat terasa aneh ketika mendapatkan panggilan sayang dari seorang pria, tentu saja hal ini membuat Salsa merasa tidak nyaman.
"Maafkan aku Salsa, aku tidak selalu sengaja berkata seperti itu." Reza semakin malu ketika salah berbicara, namun Salsa justru tertawa saat mendengar ucapan Reza.
"Kamu tidak usah merasa malu, mungkin kata sayang memang ada di dalam hatimu." Salsa tertawa sambil mengingat kata-kata yang diucapkan oleh Reza.
"Tentu saja kali ini kamu benar, Aku tidak tahu bagaimana menyembunyikan rasa sayang yang ada di dalam hatiku, sungguh aku sangat menyayangimu."
Reza mencoba memberi tahu Salsa mengenai isi hatinya, namun Salsa justru menganggap Reza sedang bercanda.
"Kamu sangat pandai bercanda, Aku benar-benar tidak menyangka ternyata pria setampan dirimu jauh lebih pandai menggoda seorang wanita."
Karena tidak mau jika sampai Salsa merasa jika dirinya mendapatkan perhatian lebih dari Reza, Salsa segera mematikan ponselnya.