Reza semakin merasa bersalah ketika Salsa bersikap kasar dengannya, tentu saja Reza segera berbaring untuk mengingat sesuatu yang terjadi pada dirinya.
"Apakah aku salah jika berkata seperti itu?" Reza terlihat sangat bingung ketika harus berkata seperti itu.
"Mungkin karena Salsa memang sangat menjaga perasaannya, jadi dia tidak pernah mau mendengarkan semua kata-kata manis ku." Reza terlihat sangat sedih ketika melihat Salsa bersikap seperti itu, berbagai cara sudah Reza lakukan namu Salsa tidak mau memberikan harapan yang manis untuknya.
"Mungkin karena Salsa tidak ingin jika aku menjadi pria yang tidak bisa menjaga dirinya, baiklah aku akan bersikap baik kepada Salsa." Reza segera memejamkan matanya, namun Reza merasa sangat sulit untuk bisa tertidur.
"Kenapa sangat sulit untuk membuang semua masalah ini."
Reza terdiam sambil mencoba untuk bisa segera bahagia.
Namun setelah beberapa menit Reza terdiam, tiba-tiba mata Reza mulai terpejam, terlihat jika dirinya sudah sangat lelah.
Salsa mengingat sikapnya yang tidak sopan tentu saja membuat Salsa merasa sangat bersalah, takut jika sampai Reza marah kepadanya.
"Aku takut jika sampai Reza salah paham, Aku hanya tidak ingin jika ada pria yang mencoba menggoda ku."
Salsa segera menarik selimut untuk bisa tertidur, tentu saja Mencoba melupakan pria yang hadir dalam jiwanya.
"Tidurlah, aku tidak mau memikirkan Reza," ucap Salsa sambil mencoba tidur.
Namun terlihat jika Selasa tidak bisa menghilangkan semua pikiran yang ada di dalam kepalanya, apalagi jika melihat ucapannya terdengar sangat menyakitkan.
"Aku akan mencoba untuk jauh lebih baik lagi, mungkin beberapa hari ini aku tidak akan menghubunginya."
Salsa memutuskan untuk tidak menghubungi Reza lagi, karena tidak ingin jika dirinya akan semakin malu ketika bertemu dengan Reza.
Di pagi hari yang cerah, mata Salsa mulai terbuka saat alarm mulai berbunyi, tentu saja Salsa terlihat sangat lelah karena waktu istirahatnya terganggu.
"Masih aku masih sangat mengantuk, mungkin Jika aku tidur 5 menit lagi tidak akan membuatku telat pergi ke rumah sakit." Salsa mencoba untuk tidur kembali, namun ternyata Salsa justru tertidur dengan sangat lelap.
Jam jam sudah menunjukkan pukul 07.00 am, namun Salsa tidak juga terbangun.
Andika yang sejak tadi sudah menunggu di depan pintu apartemen Salsa, merasa sangat aneh ketika wanita yang dicintainya belum juga keluar dari kamarnya.
"Apakah Salsa hari ini sakit?" Andika justru berpikiran jika Salsa sedang sakit, mencoba untuk segera menghubungi Salsa agar bisa mengetahui sesuatu yang terjadi.
Salsa mulai terbangun saat ponsel yang ada di samping kepalanya berbunyi, saat itu juga Salsa segera melihat jam pada ponselnya
"Sudah jam 07.00 am, kenapa aku bisa kesiangan seperti ini?" Salsa sangat panik ketika dirinya melihat jam yang ada di tangannya.
"Andika," ucap Salsa saat membaca panggilan telepon yang masuk ke dalam ponselnya.
Salsa segera mengangkat panggilan teleponnya, meskipun dengan penuh kekesalan Salsa berusaha untuk bisa berbicara dengan nada rendah.
"Hai Andika, Kenapa kamu menelponku?" Salsa mencoba bertanya kepada Andika untuk mengetahui tujuan Andika menelepon Salsa.
"Maaf Salsa, sejak tadi aku sudah menunggumu di depan pintu apartemen, Namun sepertinya kamu belum juga terbangun."
Salsa sangat terkejut ketika mendengar jawaban dari Andika, tentu saja karena tidak ingin jika sampai dirinya malu, Salsa segera berlari menuju kamar mandi untuk pergi ke rumah sakit.
"Kenapa aku bisa bangun terlambat, padahal aku sudah membuat alarm." Dengan sangat cepat selesai segera mempersiapkan semua kebutuhannya, tidak kurang dari 10 menit Salsa sudah keluar dengan berpakaian sangat rapi.
"Salsa," ucap Andika saat melihat wanita yang ada di depannya.
"Maaf Andika, Aku sama sekali tidak menyangka jika hari ini aku bisa terbangun kesiangan, mungkin karena faktor sangat lelah." Salsa mencoba menjelaskan kepada Andika, namun Andika sama sekali tidak menghiraukan penjelasan darinya, Andika justru segera menggandeng Salsa untuk menuju ke mobilnya.
"Ayo kita harus segera berangkat ke rumah sakit, Aku tidak mau jika sampai kita terlambat." Mereka segera berjalan dengan sangat cepat menuju ke sebuah mobil milik Andika.
Ada satu hal yang membuat Salsa sangat bingung, selama ini Salsa selalu bersikap kasar kepada Andika, namun Andika sama sekali tidak pernah menghiraukan perbuatan yang salsa lakukan, justru Andika terlihat sangat baik kepadanya.
"Salsa apakah kamu sudah sarapan?" Andika takut jika sampai Salsa belum menyantap makanan saat bekerja, karena tidak ingin jika sampai Salsa sakit karena telat makan.
"Aku sudah makan Andika," jawab Salsa. Namun Andika justru menggelengkan kepalanya saat mendengarkan jawaban dari Salsa.
"Kenapa kamu harus berbohong kepadaku?" Andika tidak suka jika Salsa berbohong kepadanya, selama ini Andika sudah sangat memahami bagaimana sikap Salsa.
Salsa menatap wajah Andika, tentu saja karena dirinya sangat terkejut ketika mendengar jawaban dari Andika.
"Aku sama sekali tidak berbohong," ucap Salsha mencoba menjelaskan kepada Andika, namun Andika tetap menggelengkan kepalanya.
"Aku sudah mengenalmu sangat lama, aku sudah paham bagaimana karaktermu." Andika tidak mau jika Salsa terus berbohong kepadanya, meskipun hal itu adalah hak pribadi Salsa, Namun sebagai pria yang sangat mencintainya, tentu saja Andika ingin bersikap terbaik untuknya.
"Iya, memang aku belum sempat menyantap makanan, bahkan aku sangat terkejut saat mendapat panggilan darimu." Akhirnya Salsa berkata jujur, tidak ingin jika dirinya berbohong.
"Aku akan membawamu pergi ke salah satu tempat yang nyaman untuk menyantap makanan," ucap Andika berusaha bersikap baik kepada Salsa. Salsa segera menatap wajah Andika, merasa jika ada sesuatu yang aneh yang terjadi pada pria yang ada didepannya.
"Apakah aku tidak salah mendengar?" Salsa bertanya kepada Andika.
"Sama sekali tidak ada yang salah, Aku hanya ingin bisa membahagiakan dirimu." Andika ingin Salsa menyadari jika Andika sangat mencintai Salsa, namun hal itu terlihat sangat sulit untuk Salsa bisa menerima cintanya.
"Sebenarnya aku sangat berterima kasih kepadamu, beberapa hari ini kamu selalu bersikap baik kepadaku." Tentu saja Salsa merasa sangat bersalah, karena selama ini Salsa sudah banyak bersikap kasar kepada Andika, namun Andika justru terlihat santai saat mendengar ucapan dari Salsa.
"Tentu saja aku sudah terbiasa mendapatkan perlakuan yang buruk dari mu, kamu tahu sebenarnya aku tidak tega jika melihatmu bersikap kasar kepadaku." Andika ingin Salsa bisa menyadari jika sikapnya selama ini selalu membuat Andika merasa sangat kesal, Namun karena Andika sangat mencintai Salsa, tentu saja Andika tidak akan tega berbuat kasar kepada Salsa.
"Aku minta maaf, mungkin kamu bisa mencari wanita lain yang bisa bersikap baik kepada mu, kamu harus tahu jika aku sama sekali tidak bisa bersikap baik kepadamu." Salsa justru terlihat sangat egois saat berbicara dengan Andika, Andika menggelengkan kepalanya, melihat sikap wanita yang ada di depannya.