Seperti rencana yang telah disusun oleh Lunar, mereka pergi piknik ke suatu daerah. Tempat piknik itu sangat tinggi dan melelahkan. Arkan saja rasanya tidak sanggup untuk melanjutkan perjalanan mereka. Lunar menolehkan kepala dan senyumannya kian mengembang. "Sebentar lagi kita akan sampai. Ayo, cepat!" "Orang-orang akan duduk di atas karpet dengan sajian makanan sambil menikmati keindahan alam. Tapi piknik ini jauh berbeda dari bayanganku," ucap Arkan masih tersengal akibat lelah mendaki gunung. Lunar mengembuskan napas singkat, lalu turun untuk mendorong Arkan dari belakang. "Di atas sana akan ada tempat untuk beristirahat. Ayo!" Meskipun sudah berkeringat namun Lunar tetap semangat. Hanya tempat ini satu-satunya cara agar mereka bisa tinggal berdua dan menjauh dari hiruk pikuk kehid

