Arkan memeriksa kamar mandi dengan saksama dari sudut ke sudut. Semuanya tertutup dengan rapat tanpa terselip sedikit pun celah. Meskipun begitu, dia tetap tidak bisa tenang karena bagian bawah pintu sangat tinggi dan bisa saja tampak kaki t*******g Lunar ketika mandi nanti. "Selagi kau mandi, aku akan berjaga di luar—" "Kau juga di sini?" Ucapan yang disela membuat Arkan langsung menolehkan kepala. Bukan Lunar yang menyela, tetapi pria yang sebelumnya berbicara dengan wajah tersipu malu, kini tampak berada di samping Lunar. Pemandangan yang dia lihat juga sama yaitu handuk dan perlengkapan mandi lainnya. "Apa kamar mandinya bisa digunakan?" tanya pria asing tersebut. "Ah," Lunar melirik ke arah pria yang menjengkelkan. "Hanya sedikit kendala pada orang yang ingin menggunakannya." Ar

