New Life

893 Kata
Aku sudah kembali, bahkan aku merasa ini adalah bagian terbaik dari diri ku selama ini. Aku seperti memiliki dua dunia. Dunia pertama ku peruntukkan untuk kehidupan ku sehari – hari di kampus dan di rumah. Dan dunia kedua ku adalah dunia s*x ku. Beberapa hari setelah kami kembali dari Bali, aku kemudian meng-install aplikasi WeMeet yang Rachel sempat ceritakan. Aku tertantang untuk mencari teman kencan ku yang baru. Ini ku lakukan diam – diam tanpa sepengetahuan ketiga sahabat ku. Aplikasi itu sangat seru, dan mengajarkan dunia baru yang terus membuat ku ingin menyelam lebih dalam. Victor, lelaki yang ku kenal dari aplikasi WeMeet akhirnya mengajak ku untuk bertemu. Dari foto profilnya terlihat dia berwajah oriental dan lebih dewasa. Dia bekerja sebagai financial advisor. Kami bertemu untuk pertama kali di salah satu cafe pizza di pinggir kota. Victor tidak menyangka aku bisa seliar percakapan kami di chatting, melihat penampilan ku yang jauh dari kesan gadis nakal. Yes, I’m Not That Innocent anymore. Kata – kata ku sukses membuat Victor tertawa dan berekspresi yang sulit ku tebak. Aku tidak peduli penilaiannya, aku hanya ingin dipuaskan. Seminggu setelah pertemuan pertama, aku akhirnya membuat janji dengan Victor lagi. Kali ini  langsung ke adegan sebenarnya. Bertemu di salah satu hotel di tengah kota. Aku sedikit kesal karena Victor memesan hotel kelas melati. Namun, aku tidak peduli dan melaju menemui dia yang sudah menunggu di dalam kamar. Ya, kami masuk terpisah agar menghindari kecurigaan orang – orang. Di dalam kamar, Victor sudah menunggu dalam keadaan telanjang d**a, selimut tebal menutupi perut hingga kakinya. Dia sengaja tidak mengunci pintu. Aku masuk dengan pakaian lengkap dari kampus. Dia menyuruhku mandi untuk membersihkan diri. Setelah keluar, Victor tidak ingin membuang waktu, dia meraih tubuh ku dan mengangkatnya ke atas ranjang. Victor memulai aksinya. Aku mulai panas atas perlakuannya kepada ku. Beberapa menit sesaat, feeling ku down. Astaga dia membosankan. He don’t know how to play, ucap ku dalam hati. Dia berusaha membuat ku terangsang tapi sayang aku hanya acting keenakan di hadapannya. Walaupun begitu, ada hal baru yang dia ajarkan kepada ku, dia mengajari ku untuk memainkan benda kerasnya. Dia mengajari ku bagaimana cara menggenggam, meremas, dan memainkan batang serta kedua telurnya. Dia bahkan mengajari ku untuk melumat batangnya, aku belum pernah. Tetapi dia meyakinkan, everythings is gonna be okay. Aku melakukan setiap tahap yang ia perintahkan dengan pelan – pelan. Dan ya Victor mulai menikmati rangsangan lidah ku di kedua telurnya, aku sangat cepat belajar dan aku menikmatinya. Selama ini, laki - laki–hanya menikmati dan memuaskan ku. Sekarang aku punya senjata baru, senang ku dalam hati. Okey baiklah, terima kasih ilmunya, dia seperti s*x education teacher bagi ku. Dan selama aku berhubungan dengannya berbulan – bulan, dia tidak pernah memasukkan batang kerasnya ke miss V ku, entah apa alasan sebenarnya, dia memberi istilah terhadap hubungan kami flirtingmate. Dia tidak mencampuri urusan ku di luar dirinya. Dan pastinya dia tidak memakai hati sedikit pun terhadap hubungan kami ini. aku pun berbuat yang sama. Aku meneruskan petualangan ku dengan aplikasi itu, mencari pria yang menurut ku menarik untuk bermain di ranjang. Aku kemudian bertemu dengan pria yang bernama Tommy. Dia adalah pria seumuran ku kurang lebih. Beberapa hari masa pendekatannya sangat kekanak – kanakan. Aku kurang suka, padahal aku tahu tujuan utamanya adalah ingin tidur dengan ku. Aku lebih suka dengan sikap pria dewasa yang kutemui selama ini, langsung ke tujuannya. Aku menantang Tommy to the point. Kami bertemu kemudia dia membawa ku ke hotel. Dari yang ku lihat dia adalah orang dari kalangan bawah. Dia memesan hotel kelas melati dan menyewanya short time. Aku tertawa malu melihatnya, pria tidak bermodal. Tapi itu bukan urusan ku, yang aku inginkan adalah mengetahui bagaimana permainannya di atas ranjang. Di dalam kamar, Tommy tanpa membersihkan dirinya dahulu langsung menarikku ke atas ranjang, aku illfeel karena dia agak bau. Tidak seperti Victor yang bersih dan wangi, Tommy adalah pria yang jorok. Mau berhubungan saja seperti ini. aku sangat tidak menikmati permainannya, mungkin karena sudah illfeel duluan. Aku mencari masalah dan pura – pura marah. Aku minta pulang kepadanya. Yang membuat ku lebih ilfeel adalah dia tidak mengizinkan ku pulang, karena merasa rugi sudah membayar hotel dan tidak mendapat apa – apa. ku keluarkan uang lima ratus ribu dari tas ku “Ini untuk short time mu” ucap ku kesal dan segera keluar dari hotel. Aku berhubungan dengan beberapa pria berikutnya, ada yang seperti Tommy dan beberapa pria lagi seperti Victor. Dan beberapa melakukan one night stand dengan ku. Dan ya, aku masih berhubungan intens dengan Victor walaupun sekitar dua puluh satu Pria sudah meniduri ku. Dia tidak pernah bertanya dan tidak peduli. Dia hanya ingin menikmati tubuh ku dengan caranya, yang sampai saat ini belum pernah menenggelamkan batang kerasnya ke dalam bibir inti ku, dia sama sekali belum ingin merasakan gua kenikmatan milikku. Banyak pria silih berganti, dan yang menetap hanya Victor hingga 1 tahun hubungan kami. Aku tidak pernah bertemu dengannya selain di dalam kamar hotel. Untuk makan siang saja kamar hotel selalu menjadi pilihan Victor, walaupun kami tidak melakukan hubungan ranjang. Entah apa niat sebenarnya pada ku. Mungkinkah dia sudah beristri dan aku simpanannya? Aku salah karena ku lihat KTP nya diam – diam statusnya Belum Menikah. Entah lah. Tapi aku merasa kurang puas dan tidak b*******h terhadapnya, hanya s*x educationnya yang membuatku ada hingga saat ini. ******
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN