New Sugar

762 Kata
Ditengah gabut ku di dalam kamar, tiba – tiba saja iphone baru milikku berbunyi. Ternyata ada pesan baru dari aplikasi WeMeet. Ku pikir dari Victor, ternyata bukan. Dan ya kadang kala aku teringat dengan kakak ku sendiri, nama panggilan mereka sama persis. “Hai there. Salam kenal” isi pesan dengan nama akun Andias. Ku cek Display Picture dan beberapa foto di galeri profilnya, ku pikir dia boleh juga. Walaupun tubuhnya sedikit berisi alias Chubby. Aku kemudian membalas pesan bernama akun Andias tersebut tentu saja dengan membuatnya penasaran. Aku penasaran dengan apa yang bisa dia tawarkan. Perkenalan berlangsung dan kami berbalas pesan setiap hari. Kali ini aku barubah haluan. Biasanya jika mengenal orang baru aku langsung to the point untuk merasakan aksinya di ranjang, kali ini aku mewujudkan diri ku sebagai gadis polos ke Andias. Dan menurutku Andias cukup sabar dengan permainanku. Isi pesannya yang m***m ku balas dengan seolah ketidaktahuan sama sekali perihal dunia s*x. Kemudian dia mengajari ku sedikit demi sedikit. Aku sering tergelitik dengan isi pesannya. Proses ini berlangsung sekitar 1 bulan. Ya tidak terasa aku menikmati penyamaran ku sebagai gadis polos berbalas pesan dengan Andias, finally kami membuat kesepakatan untuk bertemu pertama kali.   ****** Aku menunggunya di salah satu cafe Mall dekat tempat tinggal ku. Aku tentunya sudah mempersolek diri ku semaksimal mungkin dan pastinya ku pastikan aku tampil polos bagai burung yang baru keluar dari sangkarnya untuk mengenal dunia baru. Aku memakai celana jeans ketat lengkap dengan atasan tanktop putih yang ku tutup dengan menggunakan blazer. Ku fokuskan penampilan ku pada kaki jenjang ku. Tentunya dengan high wedges yang menyempurnakan bentuk kaki ku. “Benar kamu Claudya?” suara itu memalingkan ku dari layar iphone yang kumainkan sedari tadi. Aku tersenyum dan menjawabnya kemudian menjabat tangannya. Dengan mata yang berbinar tampak dia takjub dengan diri ku. Aku tersenyum senang.  Dia pandai mencairkan suasana. Aku pun mulai nyaman dengannya. Sekitar lima belas menit kami mengobrol akhirnya aku menghabiskan minuman yang ku pesan. Dia sepertinya bingung bagaimana memasuki topik m***m yang sejak satu setengah bulan lalu menjadi pembahasan kami setiap hari. Tidak ku sangka dia bersuara, “Clau kamu tuh cantik, serius” dengan mata sayunya, Andias mengatakan itu dengan serius. Aku bingung harus berekasi seperti apa karena aku tahu aku cantik hehehe, “Kamu serius mau sama aku? Gak apa – apa kamu?” krik – krik suara jangkrik sepertinya terdengar di kepala ku, tidak tahu harus menjawab apa. Apa dia pikir aku jatuh cinta sama dia atau gimana, “Emang kenapa kamu ngomong gitu?” Andias melempar senyum simpul kepada ku. “Aku gak enak tapi aku mau jujur sama kamu” aku mengkerutkan alis ku bingung. “Jujur aku sudah beristri” Bug....kata – kata Andias itu membuatkan terdiam dan blank untuk beberapa detik, tapi tidak ada kekecewaan yang ku rasakan. Yang ku rasakan justru berbeda. “Wah tantangan baru nih bakal main dengan yang beristri. Rasanya gimana ya?” ucapku dalam hati sambil berusaha menahan tawa. “Gimana Clau? Kok bengong” Andias bertanya kesal karena aku hanya terdiam “Gue harus jawab apa?” kata ku menahan tawa “Kamu gak apa – apa dengan aku yang sudah beristri? Aku bisa kasi segalanya buat kamu, apa yang kita bahas di chatting juga aku bersedia mewujudkannya. Tapi aku takut kamu berharap lebih dari ini makanya aku jujur” Andias menjelaskan “Kalo gue pikir – pikir sih gue gak masalah. Tapi resiko lo yang tanggung ya, kan lo ada bini” jawab ku ceplos. Andias tersenyum lebar, dia memastikan semua aman selama aku menuruti aturan dia. Aku mengangguk menyetujui karena aturan utamanya adalah jangan pernah nelpon mendadak ke nomor dia, harus dichat dulu, apalagi malam karena dia udah harus di rumah sebelum jam 9 malam.  Aku berpikir ingin menanyakan mengapa dia mau bermain api seperti ini? Dia kan ada istri. Tapi pikir ku malas, aku tidak ingin terlibat sedikit pun dengan perkara Rumah Tangganya. Sore itu juga tepatnya jam 4 kami menuju ke sebuah hotel bintang lima yang tidak berada jauh dari mall. Andias ternyata sudah mem-booking ­salah satu kamar special untuk kami. Kami masuk bersamaan. Sempat terpikir oleh ku apa dia tidak was – was kalau kepergok check-in hotel dengan bukan istrinya. Tapi aku acuh, aku ingin berpetualang dengan Andias lebih dalam lagi. ****** Dia tidak seperti yang ku bayangkan. Di dalam kamar kami hanya bercerita membahas chattingan m***m kami selama ini. Dia sepertinya ingin membuat semuanya berjalan lambat. Tidak ku lihat tanda – tanda dia ingin menikmati ku hari ini. Aku hanya mengikuti alurnya dan tertawa lepas dengan lelucon garing yang dia hadirkan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN