Liburan akhir semester telah datang. Keempat sahabat itu berencana untuk melakukan holiday summer di Bali. Sebenarnya hal ini direncanakan oleh ketiga sahabat Claudya untuk membantu Claudya normal kembali seperti dulu. Claudya yang sekarang kebanyakan diam dan termenung. Tatapannya sering kosong. Claudya setuju dan mereka pun berangkat.
Selama kurang lebih dua minggu di Bali, Claudya ada sedikit perkembangan. Dia sesekali sudah mulai tersenyum dan tertawa lebar. Melihat hal itu sahabat – sahabatnya semakin bersemangat untuk menghiburnya. Mereka berusaha untuk membantu Claudya melupakan nilai mata kuliahnya yang anjlok akibat sering absen. Mereka pikir karena itu Claudya bersedih.
Di suatu senja di pinggir pantai, Claudya bermain pasir putih sambil mengenakan bikini hijau neon miliknya. Tubuhnya masih terlihat begitu indah walaupun kini agak sedikit kurus. Dadanya terlihat begitu sempurna, n****e nya nampak jelas. Banyak mata dari kaum adam melirik kepadanya. Sedangkan Claudya tidak peduli dia hanya berusaha menikmati suasana senjanya, mendengarkan desiran ombak yang saling memburu dan warna langit yang mulai memerah. Dia mulai menemukan ritme hidupnya kembali dan perlahan tapi pasti sepenuhnya bangkit dari keterpurukannya hari demi hari. Tiba – tiba ada seorang pria menyapa nya,
“Hai... sendirian?” sapa pria itu
“Mmm hai.. gak ada tuh temen – temen gue di sana” jawab Claudya kaget sambil menunjuk arah kursi santai tempat teman – temannya berada
“Gue Sammy, panggil aja Sam” katanya sambil mengulurkan tangan
“Gue Claudya, Panggil aja Claudya atau clau atau suka – suka lo deh” jawabnya sambil meringis manis, menambah kecantikanya dimata pria itu
Sam dan Claudya akhirnya larut dalam percakapan kecil nan mengasyikkan. Tanpa gadis itu sadari bebannya berangsur menghilang. Sedihnya kini berganti tawa.
“Cowo lo gak ikut ke Bali?” pertanyaan itu membuat senyuman di wajah Claudya seketika memudar. Sesaat dia termenung, dan kemudian menarik nafas dalam
“Gue single” jawabnya mantap
“Masa sih cewe secantik kamu jomblo?”
“Gue single tauk. Single beda dong dengan jomblo” jawab Claudya mulai tertawa lagi
“Emang beda?” Sam bertanya
“Beda dong, Single itu pilihan dan jomblo itu nasib” jawaban Claudya sontak membuat Sam tertawa dan mengagumi jawaban cerdas itu. Kekagumannya bertambah seketika. “Jadi kenapa lo memilih single?” lanjut Sam
“Gak kenapa – kenapa, cowo tu menurut gue makhluk paling jahat yang ada di Bumi” jawab Claudya singkat diikuti dengan wajahnya yang kembali mendung.
Dari yang Sam baca, dia mengetahui sepertinya Claudya habis patah hati. Jadi dia enggan untuk membahasnya lebih lanjut, dia senang melihat gadis itu senyum dan tertawa, jadi dia mengalihkan topik.
Diakhir percakapan, Claudya pamit untuk kembali ke teman – temannya. Sam kemudian mengajak Claudya untuk keluar malam ini, diikuti dengan anggukan Claudya setuju.
“Cieee yang dapat cowok” ledek Indy kepadanya. Claudya hanya tersenyum dan mengangkat bahunya
“Diajak kencan gak?” tanya Rachel meringis
“Dia jemput gue ntar malam katanya” jawab Claudya senyum
“Cieeeeeeee....” ketiga sahabatnya menggoda Claudya bersamaan.
“Iya Clau bagus tuh, moga bisa jadian ya kalian, hhaha..” Nita memberi semangat. Claudya mengerutkan alisnya dia tidak berpikir sampai ke sana mengingat Sam berdomisili Medan dan dia di Jakarta.
“”Gue mau cari cowok juga ahhh mumpung di Bali” Kata Rachel sambil membuka salah satu aplikasi di iphone nya. “Pakai aplikasi WeMeet coba, banyak gak ya cowo dalam sini” Rachel berbicara sendiri sambil memainkan aplikasi itu dan mencari cowo potensial untuk menemani dirinya pada bagian “People Nearby”
“Ihh banyak juga lho, liat deh...” kata Rachel senang karena apa yang diharapkannya terwujud sambil memperlihatkan aplikasi itu ke teman – temannya. Semua tertarik mendengan penjelasan Rachel tidak terkecuali Claudya. Dia mendengarkan seksama manfaat aplikasi itu. Yang pada intinya menurut Claudya, aplikasi itu bisa digunakan untuk memilih teman kencan sesuka hati.
Jam menunjukkan pukul 20.00 bel kamar pun berbunyi. Kali ini Claudya yang bergerak langsung membuka pintu karena dia yakin itu adalah Sammy. Benar saja nampak Sammy tampan di balik pintu dengan Style Casual nya.
Sedangan Sam sangat senang, Claudya tampak cantik malam ini dengan dress floral hitam yang ia kenakan. Make up tipis dengan lipstick nude yang ia kenakan menambah keseksiannya di mata Sam.
Claudya pamit kepada teman kamarnya dan melaju bersama Sam.
Sepanjang berkencan dengan Sam malam itu, Claudya merasa happy dan nyaman berada di dekat pria itu. Sejenak ia melupakan seratus persen peristiwa buruknya beberapa bulan lalu.
Perjalanan mereka terhenti pada semua mini bar di dekat pantai tempat mereka makan malam. Claudya merasa tertarik untuk masuk ke dalam mini bar itu. Setibanya di dalam musik berdengung sangat kencang dan keras membuat irama jantung Claudya mengikuti alunan musik. Ini kali pertama dia melihat suasana bar yang sangat kecil namun padat. Membuat orang berdesakan di dalamnya.
Situasi itu membuat Claudya dan Sam mulai berdekatan dan bersentuhan. Sebenarnya Sam enggan untuk memeluk Claudya pertama karena dia tidak ingin Claudya menilainya macam – macam, dia pria yang cukup baik dan sopan. Tanpa diduga Claudya justru menjatuhkan pelukan di tubuh tegap milik Sam, memaksa Sam untuk memeluk Claudya balik.
Semakin hanyut dalam setiap iringan musik, Claudya mengangkat wajahnya dan menetap Sam. Melihat itu Sam membalas tatapan Claudya dengan hangat. Beberapa saat kemudian Claudya melepas pelukannya dari pria itu. Tangannya mengarah ke kerah baju milik Sam, menariknya dan mencium bibir Sam secara tiba – tiba. Sam kaget namun dengan cepat membalas ciuman gadis itu, dia memang menginginkannya.
Situasi memanas, tatkala dua sejoli itu menikmati ciuman mereka. Nafas mereka memberat.
“Jangan di sini yuk” bisik Claudya kepada Sam sembari melingkarkan tangannya ke leher pria tegap dan pelontos itu. Sam tertawa sekaligus kebingungan, dia tidak menyangka bahwa gadis cantik dan sexy ini menginginkannya.
“Gue bawa ke kamar ya” ucap Sam setelah mengangkat dagu Claudya untuk menatap dirinya. Claudya menatap sesaat, dia menampilkan ekspresi malu – malu kucing dan membuat Sam menginginkan gadis itu secepatnya. Kemudian mereka keluar sambil berpegangan tangan dan menuju kamar milik Sam.
“Aaarrrggghhhh.....” desah Claudya memburu, saat Sam mencium pangkal leher milik Claudya sambil mengangkat dress hitamnya dari bawah dan menariknya dari tangan gadis itu. Sam langsung menagngkat dan menahan kedua tangan Claudya di atas kepalanya dan menyandarkannya pada tembok. Sesaat sebelum memulai aksinya, Sam menatap kedua benda kenyal milik Claudya yang begitu indah yang sudah tidak tertutup apa pun. Dia begitu kagum akan keindahannya, dan tidak tahan lagi untuk langsung meremas benda kenyal itu dan menghisap puncaknya yang berwarnya coklat.
Di benak Claudya, dia sangat rindu akan kenikmatan yang dulu pernah ia rasakan beberapa bulan yang lalu. Kenikmatan menyiksa dan menggelitik seluruh tubuhnya. Untuk pertama kali dia merasa menginginkan rasa itu kembali ada sesaat setelah dia memperhatikan Sam menyukai dirinya. Claudya pun tertarik kepada Sam. Pria itu tampan dengan rambut plontosnya. Badannya sangat atletik, tinggi tegap dengan dadanya yang bidang. Terlebih dengan aroma maskulinnya saat Claudya memeluknya di mini bar.
Sam mengangkat salah satu kaki milik Claudya setelah membuka bikini hitam yang menutupi inti CLaudya dan ditahannya dengan tangan kiri. Dilihatnya Sam begitu b*******h menimbulkan senyum kecil di bibir gadis itu. Tiba – tiba Sam menekuk kakinya,
“apa yang dia lakukan” tanya Claudya dalam hati di tengah kenikmatan yang menyerang seluruh tubuhnya. Sam menjulurkan lidahnya, dan memaikan miss V gadis itu dengan awalan yang lembut. Sam mengangkat wajahnya untuk melihat ekspresi Claudya yang merintih keenakan.
“Sssssssssss....aaahhh....aaaahhh” rintihan demi rintihan lolos dari bibir Claudya. Sam memainkan ritmenya cepat mendapatkan miss V Claudya sangat basah. Pada momen itu, Sam langsung berdiri dan mendekap tubuh Claudya, dia meletakkan tangannya di sana untuk memainkan k******s gadis itu dengan cepat.
“Ahhhh terus sayang... aahhh.. ahhh.. ahhhh..” desahan Claudya sambil memejamkan matanya dan mengeratkan rangkulannya pada leher Sam.
“Aaaaaaaaakkkkhhhhh...” rintihan Claudya yang seperti tersiksa di dalam kenikmatan yang Maha Dahsyat, urat –urat lehernya sampai terlihat mengelurkan desahan kenikmatannya itu. Claudya bahkan menumpukkan wajahnya ke pundak Sam. Sam yakin Claudya sudah melewati puncaknya.
“Enak sayang?” bisik Sam dan dibalas anggukan tanpa suara oleh Claudya. Sammy tersenyum.
Sam lalu melengangkan pelukannya kepada Claudya, kemudian menyandarkan tubuh dan kepalanya di tembok. Belum melepaskan kaki Claudya yang sedari tadi diangkatnya, kini Sam mengangkat kedua kaki gadis itu dan menahannya dengan pergelangan tangannya. Sam tidak akan melewatkan momen ini, dia juga harus mencapai puncak setelah meladeni gadis cantik dan sexy di hadapannya itu.
Benda keras Sam berdiri tegak, siap untuk mencari lubangnya. Claudya sedikit kaget dengan apa yang akan dilakukan Sam dengan mengangkatnya seperti itu. Kemudian dia merasakan sesuatu yang keras menggesek di bawah sana. Claudya mengambil nafas panjang, dia teringat akan perih intinya beberapa bulan lalu,
“Aaaaakkhhhh pelan – pelan sayang” ucap Claudya sembari berpegangan pada leher Sammy. Sammy melakukannnya dengan sangat baik. Perih yang terasa langsung berganti cepat dengan rasa kenikmatan yang geli memabukkan.
“Agghhhh... sempit sayang. Kenapa kamu selegit ini?” ucap Sam sambil memandang wajah cantik Claudya kemudian mencium dan melumat ganas bibir gadis itu. Claudya menyambut bibir Sam. Memainkan lidah dan saling menghisap bibir atas dan bawah. Sam terus menghentakkan pinggulnya tanpa henti, terus menerus menyiksa Claudya dalam kenikmatan.
“Sam penuh kejutan, aku suka caranya” ucap Claudya dalam hati sambil terus mendesah.
Beberapa saat setelah keduanya sudah mencapai puncak, mereka lalu berbaring ke atas kasur. Sam mengangkat tubuh Claudya yang telanjang nan indah dan menjatuhkannya perlahan, dipandanginya sekali lagi gadis cantik itu yang sudah setengah sadar. Dia tidak melewatkan momen itu. Kembali di lumatnya bibir gadis itu lagi, kemudian turun ke leher hingga intinya. Sam kemudian menjatuhkan tubuhnya di samping tubuh Claudya. Sam menikmati setiap keindahan tubuh Gadis bernama Claudya itu, mengingat sebentar lagi gadis ini akan kembali ke Jakarta.
Di benak Claudya, awalnya dia ragu untuk melakukan ini. Tapi toh dia juga sudah tidak perawan. Pikirnya dalam desahan kenikmatan tadi. Jadi dia tidak keberatan Sammy Making Love dengannya. Dan benar saja, Claudya mulai menyukai segala sesuatu yang berhubungan dengan s*x. Ada kenikmatan sendiri yang tidak bisa didapatkan dengan cara apa pun selain dengan cara apa yang barusan ia dan Sammy lakukan. Selain itu, ternyata banyak kejutan – kejutan kecil dan lucu baginya dalam dunia s*x, seperti apa yang Sammy lakukan barusan. Dia tertawa kecil dalam lamunannya sambil mencoba menormalkan dirinya untuk segera kembali ke kamar hotelnya. Teman – temannya pasti menunggu.
Claudya mengenakan kembali seluruh pakaiannya, dilihat leher dan dadanya tidak meninggalkan kiss mark satu pun. Pelukan pinggang dari belakang oleh Sam kepada Claudya, membuat Claudya tersenyum,
“Gue gak mungkin ninggalin bekas sayang, ntar apa kata orang” ucap Sam berbisik sambil mencium leher jenjang milik Claudya. Claudya membalikkan badannya, dan balik memeluk leher Sam,
“Makasih Sam...” Ucap Claudya. “Lo hebat deh, bikin gue nagih” Ucap Claudya menggoda. Sammy dibuat terbang dengan ucapan itu dan sekali lagi ingin mencium gadis di hadapannya. Namun urung ia lakukan karena Claudya harus segera kembali ke kamar hotelnya.