Bab 65 Selamat membaca. Pagi ini aku sudah bersiap untuk pergi ke rumah bapak kepala desa, menanyakan kebenaran perkataan Libeen kemarin. Sepanjang perjalanan hati ini tak tenang, berharap semua yang di ucapkan anak itu tidak benar, biarlah dia terus menjahili ku, dengan kebohongan nya itu, yang penting dia sehat dan panjang umur. Tepat di depan rumah mewah, ku hentikan langkah, mematung di tempat dengan hati yang tak karuan. Berdoa dalam hati, semoga semuanya hanya gurauan semata. Ku ketuk daun pintu bercat coklat itu sedikit kencang, karena pintu terbuat dari kayu tebal dan sulit di ketuk. "Permisi, bapak kepala desa, ini saya Allea," ucapku kemudian, terdengar sahutan kecil dari dalam. Pintu terbuka, memperlihatkan seorang wanita muda yang cantik berambut keriting lebat. "Bapak se

