tentang Libeen

1130 Kata

Bab 64 Selamat membaca. Suara itu tak ku dengar lagi, kepala ku pun sudah terasa ringan saat mata terbuka, menjelajah tempat ku berada saat ini. Ternyata aku ruang perawatan Anita, dengan jarum infus yang menancap di punggung tangan. "Allea," panggil Anita yang sudah berdiri di daun pintu. Entah sejak kapan dia disana. Ku angkat kepala yang meskipun sudah terasa ringan, tapi badan ku tetap bergetar. Anita mendekat dan membantu ku membenarkan bantal, menyangga punggung dan kepala ku ke tembok. "Apa kamu masih memikirkan anak nakal itu?" Tanya Anita frontal tanpa berniat menjaga perasaan ini. Aku melotot tajam, dia hanya mendelik. "Dia bukan nakal, hanya terlalu "istimewa", dokter Anita," jelasku kesal. Bagiku tak ada anak yang tidak nakal, semua nya sama saja, laki-laki ataupun pere

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN